Home TANGERANG HUB Jambret Bidik Anak yang Main HP

Jambret Bidik Anak yang Main HP

126
0
SHARE

CIPUTAT-Aksi penjambretan marak di Kota Tangsel. Pelaku mengincar anak-anak dan remaja. Barang berharga yang dirampas telepon seluler (ponsel) alias Handphone (HP).

Setidaknya, dalam waktu dua pekan terakhir ini, telah terjadi tiga kali penjambretan di lokasi berbeda. Penjambretan pertama terjadi Jumat (12/2). Bocah lima tahun dijambret ponselnya ketika sedang bermain tidak jauh dari rumahnya, di Jalan Haji Sarmah, Gang Miun Panjul, Pondok Kacang Timur, Pondok Aren.

Sang ayah, Andhika Hardiansyah (22) mengatakan, kejadian pada pukul 10.21 WIB, Jumat (12/2). Andhika mengatakan, saat itu menjelang salat Jumat, putranya sedang berada di luar rumah.

“Awalnya nenek saya pulang kerja, sekitar jam 10.21 WIB, anak saya kan di dalam rumah. Neneknya manggil cucunya kemungkinan kangen gitu, neneknya ke dalam, ternyata anak saya di luar rumah,” ujarnya.

Sang anak pun bermain gim ponsel di luar rumah. Tidak lama kemudian dua pria tidak dikenal datang mengendarai sepeda motor. “Enggak lama, lima menit, atau dua menit, pelaku datang. Pelaku putar balik pas ngelihat anak saya di depan langsung jambret HP, langsung kabur,” tambahnya.

Sang anak langsung berteriak. Andhika yang berada di dalam rumah kaget dan sontak berlari mengejar pelaku. Sayang, dua pria yang diketahui mengendarai sepeda motor matic merah itu melaju cepat. Andhika yang refleks berlari tidak dapat mengejar si jambret.

“Pengejaran itu pas anak saya teriak maling atau jambret saya langsung sigap lari, langsung ngejar. Mungkin kalau saya kejar pakai motor itu kena. Cuma sayangnya sudah panik duluan, langsung lari, jadi enggak kena,” jelasnya.

Beruntung, dua pria tidak dikenal itu terekam kamera pengawas atau CCTV. Rekaman tersebut yang dibawa Andhika ke Polsek Pondok Aren untuk melaporkan aksi penjambretan terhadap anaknya. “Kalau dari ciri, pelaku pakai masker, gemuk, pipinya tembem. Yaang anak muda sepantaran saya,” ungkanya.

Ternyata, Andhika mengungkapkan penjambretan ke anaknya bukan kali pertama. Pada Senin (28/12), sang anak juga pernah dijambret. Diduga oleh orang yang sama. Kronologinya hampir sama dan terjadi pada jam yang sama.

Kali ini, ponsel yang dirampas adalah HP mereka Vivo Y50. “Desember tanggal 28, jamnya enggak terlalu beda, jam 10-an. Yang diambil sama handphone juga,” tuturnya.

Andhika sudah melaporkan aksi penjambretan itu ke Polsek Pondok Aren. Namun sampai saat ini, pelaku belum juga tertangkap. Keterangan terkahir, pada Selasa (16/2), Kanit Reskrim Polsek Pondok Aren Iptu Sumiran mengaku belum mengetahui identitas pelaku.

“Belum, belum teridentifikasi, masih gelap mas. Pelakunya masih ngeblur,” singkatnya.

Kasus kedua terjadi pada Minggu (21/2) pukul 02.19 WIB. Pria tak dikenal menyerang empat remaja yang tengah duduk di pelataran musala Al Barkah, Jalan Haji Basir, Kelurahan Pondok Kacang Barat, Kecamatan Pondok Aren, menggunakan senjata tajam berupa celurit. Aksi penjambretan dan penodongan senjata tajam itu terekam CCTV.

Terlihat kejadian bermula ketika dua pria tak dikenal naik sepeda motor dan berhenti tepat di depan barisan remaja itu. Seorang pria turun dari motor dan mengacungkan celurit sambil mengancam. Satu remaja berhasil kabur. Pelaku fokus pada tiga remaja yang tersisa.

Pria bercelurit itu meminta ponsel yang tengah dimainkan. Dua ponsel dijambret dari tangan dua remaja yang kaget akan peristiwa itu. Dua remaja yang direbut ponselnya itu bernama Rian dan Afdal. Rian yang sempat melawan saat ponselnya diambil, disabet celurit tepat mengenai tangannya hingga terluka.

Korban sudah membuat laporan ke Polsek Pondok Aren. “Yang duduk empat, korbannya dua. Dua HP yang dibawa kabur. Korban ada dua, Rian dan Afdal,” ujar Kanit Reskrim Polsek Pondok Aren AKP Sumiran saat dikonfirmasi.

Kemarin, Sumiran mengatakan, pelaku sudah tertangkap oleh Unit Resmob Polda Metro Jaya. “Sudah ditangkap sama Kanit Resmob Polda, tiga orang pelakunya,” ungkapnya. (Bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here