Home TANGERANG HUB Ribuan Pedagang Disuntik, Tak Ada Sanksi yang Menolak Vaksin

Ribuan Pedagang Disuntik, Tak Ada Sanksi yang Menolak Vaksin

0
SHARE
Ribuan Pedagang Disuntik, Tak Ada Sanksi yang Menolak Vaksin
SUNTIK VAKSIN: Salah seorang pedagang mendapat suntikan vaksin di ballroom Hotel Novotel, Kota Tangerang, kemarin. Ribuan pedagang pasar dan mal mengikuti vaksinasi di sejumlah tempat.

KOTA TANGERANG-Sebanyak 1.400 pedagang di Kota Tangerang, disuntik vaksin. Pemberian vaksin tersebut ada di beberapa lokasi pasar. Akan tetapi dipusatkan di dua titik pasar terbesar, yakni Pasar Anyar dan Pasar Malabar. Walikota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, tahap dua untuk vaksinasi pelayan publik diberikan kepada para pedagang. Karena, pedagang menjadi kelompok rentan penyebaran.

“Pemberian vaksin ini, kita berikan di pusat perkonomian, seperti pasar dan juga mal. Semuanya akan mendapatkan vaksin ini, untuk bisa mencegah adanya penyebaran dan memutus mata rantai Covid-19 di Kota Tangerang,”ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres di Tangcity Mall, Senin (1/3). Arief menambahkan, pemberian vaksin ini diharapkan dilakukan di semua pusat perbelanjaan. Selain itu pemberian vaksin kepada para pedagang untuk bisa memberikan rasa aman kepada mereka dalam menjalankan aktivitas perekonomian.

“Saya berpesan, setelah divaksin bukan berarti kita terbebas. Protokol kesehatan tetap diterapkan. Karena kondisi Kota Tangerang masih dalam zona orange penyerbaran. Untuk itu, masyarakat bisa tetap konsisten dalam mengunakan protokol kesehatan,”paparnya. Direktur Pasar Jaya Kota Tangerang,Titin Mulyati menjelaskan, sebanyak 1.400 pedagang menjalani vaksinasi di dua pasar di Kota Tangerang, yaitu di Pasar Anyar dan Pasar Malabar. Semua pedagang pasar itu termasuk dalam target vaksinasi Covid-19 tahap dua.

“Penerima vaksin di Pasar Anyar, sebanyak 700 orang, dari pedagang yang beraktivitas di Pasar Anyar, Pasar Gerendeng, Pasar Poris Indah, dan Pasar Ramadhani. Sementara penerima vaksin di Pasar Malabar ada 700 pedagang dari Pasar Malabar, Pasar Bandeng, Pasar Laris, Pasar Jatake, Pasar Cibodas, dan Pasar Grand Duta,”ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Televisianingsih menuturkan, jika ada pedagang yang menolak, maka yang bersangkutan bakal diberikan edukasi, terkait kandungan serta manfaat vaksin. “Kami harus edukasi, ini kan ada banyak petugas. Ada Satpol PP, pihak kecamatan, kelurahan, dan lain-lain. Mereka harus mengedukasi pedagang,”katanya. Menurut Televisianingsih, pedagang yang menolak tidak ada sanksi admisntratif. Akan tetapi mereka yang menolak akan mendapatkan sanksi moral. Sebab, pedagang yang menolak penyuntikan vaksin itu berpotensi untuk menularkan virus Corona.

“Sanksinya, ya, sanki moral bahwa dia berpotensi untuk menularkan virus. Sejauh ini tidak ada sanksi administratif karena memang belum ada petunjuknya. Mengenai mereka boleh dagang atau tidak, juga sama, belum ada aturan yang mengatur itu,”tutupnya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here