Home TANGERANG HUB Dindik Kabupaten Siapkan Metode Baru Belajar Tatap Muka

Dindik Kabupaten Siapkan Metode Baru Belajar Tatap Muka

0
SHARE
Dindik Kabupaten Siapkan Metode Baru Belajar Tatap Muka
Siswa sudah merindukan belajar tatap muka di sekolah. Dindik Kabupaten Tangerang sudah menyiapkan metode baru belajar tatap muka di tengah pandemi.

TIGARAKSA–Kabupaten Tangerang masuk zona kuning penyebaran Covid-19. Atau tingkat penyebaran virus rendah. Hal ini merupakan sinyal belajar tatap muka akan kembali berlaku di seluruh sekolah. Namun, Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang belum mendapat restu tentang pembelajaran tatap muka di sekolah.

Kepala Dindik Kabupaten Tangerang Syaifullah mengatakan, proses kegiatan belajar mengajar (KBM) masih tetap digelar secara dalam jaringan (daring). Alasannya, pemerintah pusat melalui Kemendikbud belum memberikan izin meski sudah masuk zona kuning. Syaifullah menuturkan, pemerintah daerah saat ini tengah menyusun metode pembelajaran secara tatap muka di sekolah. Hal ini dipersiapkan apabila sewaktu-waktu pemerintah pusat melalui Satgas Covid-19 membuka kembali izin belajar di kelas.

Ia menyebutkan, pembuatan metode pembelajaran melibatkan musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) atau kelompok kerja kepala sekolah (K3S). Baik SD maupun jenjang SMP se-Kabupaten Tangerang. “Termasuk kita libatkan persatuan guru dan pengawas. Agar nantinya metode sekolah tatap muka sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing sekolah. Memang sudah zona kuning tetapi belum ada izin dari pemerintah pusat untuk belajar tatap muka,” jelasnya kepada Tangerang Ekspres saat ditanyai, Rabu (3/3).

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang jumlah kasus secara keseluruhan mencapai 8.184 orang dengan pasien sembuh tercatat 7.521 orang. Adapun, jumlah kasus masih dalam perawatan sebanyak 268 orang dan ada 204 orang dalam proses isolasi. Syaifullah mengungkapkan, blue print atau cetak biru sekolah tatap muka sudah dibuat sebelumnya dan perlu diketatkan. Dalam cetak biru tersebut memuat skema sekolah tatap muka, keterisian siswa mulai dari 30 hingga 50 persen dari jumlah kapasitas kelas. “Sedang kami susun metode dan petunjuk teknis terkait pembelajaran tatap muka di sekolah. Kita susun melibatkan seluruh pemangku kebijakan. Masih proses penyusunan dan apabila sudah selesai akan kita sosialisasikan kepada sekolah dan orang tua siswa,” pungkasnya. (sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here