Home HUKUM Kejari Tangkap DPO Kasus Korupsi Rp 1,4 M di BSH

Kejari Tangkap DPO Kasus Korupsi Rp 1,4 M di BSH

0
SHARE
IGNKS (kemeja merah) DPO kasus korupsi pengadaan eskalator Gedung DPRD Kota Bontang bersama istri beserta sopir pribadinya saat ditangkap tim Intelejen Kejagung RI bersama tim Intelejen Kejari Kota Tangerang, di bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Kamis (4/3) malam.

KOTA TANGERANG – Intelijen Kejagung bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang menangkap tersangka yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) di Bandara Soekarno-Hatta (BSH), Kamis (4/3).

Tersangka seorang pria berinisial IGNKS, diduga telah merugikan negara Rp 1,4 miliar dalam kasus pengadaan eskalator gedung DPRD Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim).

Kepala Kejari Kota Tangerang I Gede Dewa Wirajana melalui Kasi Intelijen R. Bayu Probo mengatakan tersangka kabur selama 5 tahun, atau sejak 2015. Ia memaparkan terdeteksinya IGNKS berawal dari informasi tim Intelijen Kejagung. Diketahui, IGNKS akan bergerak dari Bandara Soeta menuju Denpasar, Bali.

“Tim Intelijen Kejaksaan Agung kasih kabar ada DPO Kejari Bontang ada di bandara. Kita bersama-sama langsung bergerak,” ungkap Bayu Probo, kepada Tangerang Ekspres, kemarin.

Setelah mendapat informasi tersebut, Bayu bersama tim bergerak menuju Bandara Soetta. Sesampainya di terminal 2 pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan tim Kejagung dan melakukan penyisiran. Namun nahas, tiada hasil. Lantaran di dalam daftar penumpang pesawat, tidak ada nama DPO tersebut maupun istrinya.

Kemudian tim Kejari Kota Tangerang kembali memperoleh informasi, bahwa orang yang diburunya, menggunakan mobil Pajero memasuki wilayah Bandara Soetta. Tak ingin membuang waktu, Bayu dan tim langsung menghentikan sebuah mobil Pajero yang berhenti di terminal 2. Seluruh penumpang dilakukan pemeriksaan identitas. Di dalam mobil itu ada IGNKS.

“Tepatnya Pukul 19.15 WIB, tim Intelijen Kejagung dan tim Intelijen Kejari Kota Tangerang mengamankan DPO dengan inisial IGNKS yang didampingi istri dan sopirnya,” papar Bayu.

Bayu mengatakan IGNKS merupakan DPO yang dikenal licin dalam pelariannya. IGNKS merupakan DPO kasus korupsi pengadaan eskalator gedung DPRD Kota Bontang yang mengakibatkan kerugian hampir Rp 1,4 miliar dan telah terbukti secara sah melanggar pasal 3 Jo pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi, sebagaimana diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 KUHP. Setelah dilakukan penangkapan, kemudian, lanjut Bayu, IGNKS langsung dibawa dan ditahan sementara di Kejari Jakarta Selatan sambil menunggu tim Kejati Kaltim dan Kejari Bontang.

“Sambil menunggu tim dari Kejati Kaltim dan Kejari Kota Bontang tiba, IGNKS dititipkan di Kejari Jakarta Selatan untuk dilakukan penahanan,” pungkasnya. (raf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here