Home TANGERANG HUB Kemungkinan Maju Pilgub Banten, Arief : ‘Ya, Ngalir Sajalah’

Kemungkinan Maju Pilgub Banten, Arief : ‘Ya, Ngalir Sajalah’

0
SHARE
Kemungkinan Maju Pilgub Banten Arief : 'Ya, Ngalir Sajalah'
Arief R Wismansyah

KOTA TANGERANG–Pemilihan Gubernur Banten, kemungkinan besar akan dihelat 2024. Tapi, masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) dan Andika Hazrumy berakhir 2022. Banyak figur yang digadang-gadang bakal maju. Partai Demokrat sudah mengeluarkan nama-nama kadernya yang bakal diusung. Dua nama begitu familier. WH dan Arief R Wismansyah yang saat ini masih menjadi Walikota Tangerang.

Arief saat dihubungi Radar Banten (grup Tangerang Ekspres) kemarin mengaku belum terpikir untuk maju dalam Pilgub Banten. Saat ini, dirinya masih konsen menjalankan tugasnya sebagai Walikota Tangerang. Arief mengaku masih banyak persoalan di Kota Tangerang yang menyita perhatiannya serta harus dia selesaikan. “Itu makanya, kenapa saya belum terpikir maju. Ngurus Covid aja belum beres-beres ini,” kata Arief.

Saat didesak, seandainya partai memberikan kepercayaan bagi dirinya untuk maju menjadi cagub Banten, Arief ogah berandai-andai. Walikota Tangerang dua periode ini berprinsip hidup ini mengalir saja. “Dulu juga saya gak kepikiran akan jadi Walikota Tangerang. Tapi, masya Allah, karena kehendak Allah SWT, saya ditakdirkan jadi walikota. Ya, ngalir sajalah,” pungkas Arief.

Sementara itu, sejumlah pengamat memprediksi meski masih menjabat Gubernur Banten, nama Wahidin Halim dinilai tidak masuk hitungan sebagai calon yang bisa “memegang” suara Tangerang Raya pada Pilgub 2024. Potensi itu justru berpeluang dipunyai Arief dan politisi PDIP Rano Karno. Demikian komentar dua pengamat politik dari Tangerang. Mereka adalah dosen UIN Jakarta, Djaka Badranaya dan dosen Fisip UNIS Tangerang Adib Miftahul.

Menurut Djaka, posisi Tangerang Raya sangat seksi dalam perpolitikan di Banten. Sampai-sampai ada ungkapan, siapa yang bisa menguasai Tangerang Raya, dialah pemenang dalam Pilgub Banten. Nah, bicara siapa figur yang bisa pegang Tangerang Raya, menurut Djaka, sosok Arief R Wismansyah yang saat ini Walikota Tangerang, adalah salah satunya. “Dengan modal politik dua periode menjadi Walikota Tangerang Arief punya kans besar. Modal itu tinggal diagregasi saja,” kata Djaka.

Selain itu, pekerjaan Arief hanya tinggal membuka jejaring yang lebih luas di tingkat provinsi. Sehingga, para pemilih tidak hanya mengenal Arief sebatas Walikota Tangerang saja. Soal komunikasi, Arief dianggap relatif tidak ada masalah dengan sejumlah tokoh baik di Kabupaten Tangerang dan Kota Tangsel. Figur Arief dinilai bisa dengan luwes (fleksibel), “kulonuwun” dengan sejumlah tokoh di Tangerang Raya.

Sementara sosok Wahidin Halim di mata Djaka, dengan posisi saat ini sebagai gubernur seharusnya, Wahidin bisa leading. “Sayangnya, bicara soal prestasi, prestasi Wahidin saya nilai biasa-biasa saja. Tidak ada prestasi yang luar biasa. Sehingga Wahidin saya nilai kurang mengakar ke masyarakat,” kata Djaka, seperti dilansir Radar Banten (gup Tangerang Ekspres).

Seharusnya dengan modal sebagai gubernur Banten, Wahidin Halim punya peluang, seandainya tiga tahun ini menghasilkan ikatan-ikatan yang kuat. Misalnya dengan prestasi atau jaringan yang kuat, atau dengan program pembangunan yang dikenang masyarakat.

“Sayangnya sebagai Gubernur Banten, Wahidin tidak perform. Dengan demikian sangat gampang untuk mendegradasinya. Tapi, saya dengar Pak Wahidin tidak akan nyalon lagi, kok,” tambah Djaka.

Sedangkan, figur Rano Karno menurut Djaka, dengan modal pernah menjabat sebagai wagub dan gubernur Banten, praktis dia mengenal medan. Dan, paling tidak Rano masih punya jaringan saat masih menjabat pemimpin Banten. Rano dinilai masih punya kans untuk comeback ke Banten. Tantangannya hanya tinggal mereaktifasi jejaring yang dulu. Dan harus diingat, biar bagaimana pun Rano punya ikatan emosi yang kuat dengan masyarakat saat menjadi wagub dan gubernur Banten.

“Ikatan emosional Rano Karno lebih cair, karena Rano luwes dan gaul. Itu adalah modal lebih dalam berinvestasi sosial dan politik di masyarakat,” kata Djaka seraya mengatakan, apalagi jika mesin partai PDIP sebagai partai pemenang pemilu bisa jalan. Maka Rano Karno akan muncul menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan lawan-lawan politiknya. Melihat tiga kekuatan tiga figur yang disebut-sebut mampu menguasai suara Tangerang Raya, Djaka berpendapat figur Rano dan Arief yang nantinya akan beradu kuat.

Hal senada dikatakan dosen Fisip UNIS Tangerang Adib Miftahul. Bahkan, Adib yang juga menjabat Direktur Eksekutif Kajian Politik (KPN) UNIS Tangerang itu mengatakan modal elektabilitas Arief sangat tinggi dibanding Wahidin Halim. Menurut Adib, kunci kemenangan Pilgub Banten terletak pada kekuatan dua poros, yakni poros Serang dan poros Tangerang. Sementara di poros Tangerang Raya, kekuatan meraih suara justru ada pada figur Arief dan Rano Karno.

Menurutnya, kemenangan WH dalam Pilgub Banten lalu, tak bisa lepas dari peran Andika. Andika yang mewakili poros Serang, sudah saatnya tidak lagi gabung dengan Wahidin Halim (WH) jika ingin menang Pilgub Banten. Figur Andika dinilai tidak akan kesulitan meraih suara atau merajut komunikasi dengan tokoh-tokoh di Tangerang.

“Saya sependapat bahwa tanpa Andika, WH nggak ada apa-apanya di Tangerang Raya. WH saja kalah kok sama Rano Karno,” kata Adib.

Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin mengatakan, Arief memiliki peluang untuk menjadi Gubernur karena telah memiliki modal kepercayaan dari masyarakat, setelah dua kali terpilih menjadi Walikota Tangerang. Namun demikian, di Demokrat masih ada nama Wahidin Halim yang saat ini masih menjabat Gubernur Banten, yang memiliki pontensi terpilih kembali. “Saya melihat partai demokrat punya strategi dan kalkulasi sendiri pada Pilgub Banten. Seandainya Arief mau maju menjadi gubernur, itu kelihatannya Demokrat tidak membuka satu pintu, tapi banyak pintu,”ujarnya saat dihubungi Tangerang Ekspres melalui telepon selularnya, Rabu (3/3).

Ujang menuturkan, masih ada waktu bagi Arief membangun investasi politik menuju kursi Gubernur Banten. Meski Demokrat akan cenderung memilih petahana, karena dinilai potensi menangnya lebih tinggi. “Arief dinilai memiliki modal finansial yang cukup untuk maju. Selain itu, masih banyak waktu baginya sehingga dapat meningkatkan popularitasnya di Banten,”paparnya. Ia menjelaskan, rekam jejaknya sebagai pemilik rumah sakit yang kemudian dipercaya masyarakat menjadi walikota dua periode sudah menjadi modal awal. Raihan prestasinya selama memimpin Kota Tangerang, juga menjadi nilai tambah bagi Arief untuk meraih simpati masyarakat di Banten. “Sangat mungkin bisa untuk meningkatkan popularitasnya. Ini kan masih ada 4 tahun. Misalnya kerja politik 2 sampai 3 tahun, karena 1 tahun berikutnya biasanya cari pasangan. Ini masih sangat memungkinkan untuk mengatur itu,”ungkapnya. (asp/ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here