Home TANGERANG HUB Banyak Sopir Angkot Menolak Divaksin

Banyak Sopir Angkot Menolak Divaksin

0
SHARE
Banyak Sopir Angkot Menolak Divaksin
DIVAKSIN : Sopir angkot dan driver ojek online menerima vaksin di Terminal Poris Plawad, Kamis (4/3). FOTO: Randy Yastiawan/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang menyiapkan 1.000 kuota vaksin untuk sopir angkutan umum dan pengemudi ojek online. Karena mereka masuk kategori penerima vaksin prioritas. Vaksinasi digelar di Terminal Poris Plawad, Kamis (4/3).

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinkes Kota Tangerang Televisianingsih mengatakan, pemberian vaksin untuk sopir angkot dan driver ojek online. Mereka menjadi penerima prioritas karena pekerjaan mereka juga sangat rentan dalam penyebaran virus corona, maka itu harus diberikan.

“Kita kumpulkan semua di Terminal Poris Plawad. Semua yang ada di terminal berhak mendapatkan vaksin ini, apalagi mereka juga sering berinteraksi dengan orang banyak. Untuk itu, kita lindungi mereka dengan vaksin selain menggunakan protokol kesehatan,”ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres di lokasi, Kamis (4/3).

Ningsih sapaan akrabnya menambahkan, dalam pemberian vaksin tersebut, banyak juga yang menolak untuk diberikan vaksin. Alasan mereka karena sudah sehat. Akan tetapi vaksin ini untuk mencegah adanya Covid-19 di dalam tubuh dan melindungi badan dari virus lainnya.

“Mereka yang tidak mau, tidak kenakan sanksi. Karena, memang tidak ada sanksi mengenai penolakan diberikan vaksin. Hanya saja, mereka akan bisa terpapar jika tidak diberikan vaksin Covid-19 ini,”paparnya.

Ia menjelaskan, untuk jadwal masyarakat umum, hingga saat ini belum ada keputusan kapan diberikan. Karena pemberian vaksin ini, masih diperuntukkan untuk prioritas penerima vaksin.

“Kita belum tahu kapan untuk masyarakat umum, kita juga masih terus secara bertahap memberikan vaksin untuk penerima prioritas. Kalau sudah ada jadwalnya, maka masyarakat seluruh Kota Tangerang bisa menerima vaksin ini,”ungkapnya.

Sementara itu, Samori salah satu sopir bus Jurusan Jogja-Tangerang-Jakarta mengaku tidak mau menerima vaksin tersebut. Alasannya karena dirinya selama Covid-19 ada di Indonesia sampai sekarang belum mengalami sakit apapun.

“Saya tidak mau terima vaksin, karena saya sehat-sehat saja. Selama Covid-19, saya selalu olahraga dan tetap pakai Prokes. Jadi saya yakin bahwa saya sehat,”katanya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here