Home TANGERANG HUB Harga Cabai Rp 300/Buah, Efek Cuaca Ekstrem Gagal Panen

Harga Cabai Rp 300/Buah, Efek Cuaca Ekstrem Gagal Panen

0
SHARE
Harga Cabai Rp 300/Buah Efek Cuaca Ekstrem Gagal Panen
Harga cabai rawit merah naik tinggi hingga Rp 120 ribu/kg. Kenaikan harga dipicu oleh efek hujan ekstrem yang melanda beberapa pekan lalu.

TANGERANG-Harga cabai rawit merah melambung. Menembus angka Rp 120 ribu/kg di sejumlah pasar tradisional di Kota Tangerang, Kota Tangsel dan Kabupaten Tangerang. Jika diestimasikan 1 kg cabai rawit berisi 400 buah, maka harga per buah Rp 300. Hujan deras dan banjir beberapa waktu kemarin menjadi penyebabnya. Harga ini setara harga daging sapi.

Sejumlah pedagang keliling mensiasati dengan menjual cabai rawit paketan. Satu paket plastik berisi 16 buah cabai dibanderol Rp 5 ribu. “Sekantong plastik kecil, harganya Rp 5 ribu. Isinya cuma beberapa biji,” aku Tiyas, yang tinggal di salah kompleks di Taman Royal. Di Kota Tangerang harga cabai rawit merah menyentuh Rp 120 ribu/kg.

Cabai yang menjadi makanan favorit warga setiap hari ini, harga melambung tinggi dibanding bulan lalu.

Tuminah pedagang cabai di Pasar Anyar mengatakan, sejak kemarin harga sudah naik. Ia saat ini menjual cabai rawit merah dengan harga Rp 120 ribu sampai Rp 130 ribu/kg.

“Sekilo sekarang Rp120 ribu. Sebelumnya, cuma Rp70-80 ribu. Untuk mensiasatinya saya campur dengan cabai rawit lainnya,”ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres di Pasar Anyar, Kamis (4/3).

Tuminah tidak mengetahui penyebab melonjaknya harga cabai rawit merah. Walau harga naik, namun pembeli cabai rawit merah tidak berkurang.

“Ada yang protes, tetapi saya jelaskan harga naik dari sananya. Kalau masalah harga naik, saya tidak tahu. Karena saya hanya tahu dari teman-teman yang lain,”paparnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop dan UMKM Kota Tangerang Eni Nuraeni, menjelaskan telah berkoordinasi dengan PD Pasar Kota Tangerang terkait stok cabai rawit merah.

“Jika harga cabai tetap mahal bahkan meningkat lagi, kami akan berkoordinasi dengan pemerintah Provinsi Banten serta pemerintah pusat untuk melakukan antisipasi,”ungkapnya.

Eni menambahkan melonjak harga lantaran cuaca yang tidak menentu. Dia menduga, gagal panen jadi penyebab melonjaknya harga.

“Sejak Febuari lalu, cuaca memang terlihat ekstrem. Bahkan hujan, di Kota Tangerang sendiri sangat tinggi. Kemuningkinan, harga cabai naik karena para petani gagal panen. Tetapi kami usahakan, harga cabai kembali normal,”tutupnya.

Di Kabupaten Tangerang juga tidak jauh berbeda. Cabai rawit merah bertengger di atas Rp120 ribu/kg. Harga tersebut bertahan sejak awal bulan. Pemicu kenaikan juga masih sama, yakni banyaknya cabai yang terkena penyakit akibat cuaca ekstrem musim penghujan.

Kepala Seksi Bahan Pokok dan Logistik Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang Ahmad Apid mengatakan, cabai rawit merah mengalami kenaikan jauh di atas harga normal, yakni Rp35 ribu/kg. Ia mengungkapkan, kenaikan juga dialami pada cabai rawit hijau dari normalnya hanya Rp30 ribu per kilogram.

Data Disperindag per Februari tercatat harga cabai rawit merah berada di angka Rp120 ribu/kg dan rawit hijau Rp80 ribu/kg. Harga tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan daging ayam ras yang berada di kisaran Rp35 ribu/kg dan ayam kampung Rp60 ribu/kg.

Masih dalam data, harga cabai rawit merah dan hijau naik signifikan dibandingkan daging sapi murni yang stabil bertengger di Rp120 ribu/kg.

Kenaikan harga cabai rawit merah atau cabai setan sudah terjadi sejak awal Januari. Per kilogramnya berkisar di Rp78 ribu untuk rawit hijau dan Rp100 ribu untuk rawit merah. Kenaikan tercatat dalam laporan Disperindag saat pendataan harga sembako.

Apid mengungkapkan, kenaikan harga dipicu musim penghujan yang bertepatan dengan masa panen. Sehingga, sebagian besar komoditas cabai terkena penyakit.

“Curah hujan tinggi, hasil panen menurun. Karena banyak yang busuk terkena penyakit putek. Untuk stok masih terbilang aman dan tersedia di lapangan,” katanya kepada Tangerang Ekspres melalui sambungan seluler, Kamis (4/3).

Harga cabai rawit merah di Kota Tangsel, menyentuh Rp 135 ribu/kg di pasaran eceran.
Di Pasar Cimanggis, Ciputat, harga komoditi tersebut mencapai Rp 115 ribu/kg. Salah seorang pedagang Pasar Cimanggis, Suminah (51) mengatakan, kenaikan harga cabai kali ini jauh lebih tinggi dari kenaikan yang terjadi pada 2020 yang tidak menembus angka Rp 100 ribu per kilogram.

“Harga rawit merah sekarang ini naik terus, tidak turun-turun dari Rp 50 ribu sampai Rp 115 ribu sekarang,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Kamis (4/3).

Suminah menambahkan, harga cabai rawit merah terus melonjak sejak awal Februari 2021 dari kisaran Rp 70 ribu, naik menjadi Rp 135 ribu/kg. Kemudian, turun sedikit pada akhir Februari menjadi Rp 115 ribu per kilogramnya. “Pernah turun sedikit, pas Februari kemarin naik tinggi, beberapa hari itu, dua mingguan melonjak terus,” jelasnya.

Sementara itu, pedagang di Pasar Ciputat, Tumiran (46) mengatakan, lonjakan harga cabai rawit merah kali ini dua kali lipat dari kenaikan yang terjadi pada 2020. “Tahun kemarin juga naik tapi, tidak pernah setinggi ini seumur-umur saya dagang,” ujarnya.

Tumiran menambahkan, kondisi tersebut mengakibatkan daya beli konsumen, khususnya di Pasar Ciputat menurun. Ia yang biasa menjual lebih dari 20 kilogram cabai rawit merah setiap harinya. Kini hanya menghabiskan kurang dari 10 kilogram, karena harga yang dianggap konsumen terlalu tinggi.

“Karena mahal, pembeli juga tidak banyak. Kalau dulu biasanya sehari 20 kilogram. Sekarang 10 kilogram saja itu sudah bagus. Cabai keriting juga naik sebenarnya. Tapi, tidak seberapa, sekilo Rp 60 ribu,” tutupnya.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel Maya Mardiana mengatakan, sejak beberapa hari kemarin, harga cabai mengalami kenaikan sekitar 25 persen dibandingkan harga di awal Januari 2021.

“Saat ini harga cabai merah keriting Rp 60.100, cabai merah biasa Rp 59.750, cabai rawit merah Rp 115.400 dan cabai rawit hijau Rp 67.600,” ujar

Maya. Ia menambahkan, cabai rawit merah mengalami kenaikan harga dan mulai November 2020. Namun, belum signifikan. “Untuk komoditi cabai merah keriting, cabai merah biasa dan cabai rawit hijau sudah mulai menurun ke harga normal,” jelasnya.

Mantan Direktur RSU Kota Tangsel ini mengungkapkan, kenaikan harga cabai berdasarkan hasil rakor distributor dengan Disperindag Provinsi Banten, bahwa informasi dari petani terjadi akibat gagal panen akibat faktor cuaca.

“Pandemi yang mengakibatkan hasil panen sebelumnya tidak terjual dengan baik. Sehingga mengganggu modal masa tanam berikutnya. Ini mengakibatkan waktu panen berikutnya lebih lama,” ungkapnya.

Untuk menstabilkan harga cabai, Maya mengaku terus berkoordinasi dengan Disperindag Provinsi Banten dan Kementerian Perdagangan. “Kita juga memfasilitasi gelar pangan murah di Pasar Serpong pada 14 dan 20 Januari lalu bekerja sama dengan Balai Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian,” tutupnya. (ran/sep/bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here