Home TANGERANG HUB Aksi Remaja Naik Truk Meresahkan, Polisi Akan Tindak Tegas

Aksi Remaja Naik Truk Meresahkan, Polisi Akan Tindak Tegas

0
SHARE
Aksi Remaja Naik Truk Meresahkan, Polisi Akan Tindak Tegas
BERBAHAYA: Sejumlah remaja menaiki truk yang mereka cegat di Jalan Hasyim Ashari. Aksi ini selain membahayakan keselamatan juga meresahkan pengguna jalan. FOTO: Abdul Azis Muslim/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Fenomena nge-BM (bajak mobil) atau menumpang mobil truk yang dilakukan sekelompok remaja di Kota Tangerang menjadi perhatian banyak pihak. Aksi tersebut kerap kali meresahkan para pengendara bahkan warga yang melihatnya.
Pasalnya selain mengganggu lalu-lintas, aksi nge-BM tersebut dapat membahayakan keselamatan mereka bahkan pengendara lain yang melintas.

Bahkan Kota Tangerang saat ini banyak anak-anak berjalan bergerombolan di pinggir jalan. Mereka nekat menghentikan mobil bak hingga truk tronton untuk sekedar nebeng.
Selain dapat mengganggu kenyamanan dan keamanan berlalulintas, perbuatan itu sangat membahayakan mereka.

Kasat Lantas Polres Metro Tangerang Kota AKBP Jamal Alam memerintahkan jajaran kanit keamanan dan keselamatan (kamsel) melakukan edukasi terhadap anak-anak tersebut. Sehingga anak-anak tidak melakukan hal yang membahayakan.

“Setiap anggota patroli di pos-pos lalu lintas untuk menghalau dan imbauan yang sama. Untuk tidak melakukan hal yang membahayakan,” ujarnya.

Ia menuturkan, pada tahap pertama pihaknya akan melakukan imbauan terlebih dahulu. Namun, jika mereka kembali tertangkap melakukan hal serupa, pihaknya akan melakukan tindakan tegas.

“Setiap polsek penyangga dalam hal ini seperti di palem semi, kita juga koordinasi agar setiap malam patroli, (kalau tertangkap) paling diamankan,” tuturnya.

Pihaknya juga mengajak semua elemen warga untuk bersama-sama mencegah aksi nge-BM yang sering dilakukan remaja di malam hari. “Sudah banyak terjadi kecelakaan lantaran aksi nge-BM tersebut. Kita berharap kejadian ini tidak terulang kembali,” ujarnya.

Menurutnya, perilaku anak-anak yang mencegat truk dan memaksa naik atau istilah nge-BM ada yang berkilah akan mengikuti kegiatan pengajian. Padahal hanya ingin jalan-jalan bersama. “Siapapun punya peran. Alasan para anak-anak ini untuk kegiatan pengajian, padahal belum tentu. Mereka hanya ingin jalan-jalan dari titik A ke titik B dan sebaliknya. Jadi imbauan saya, siapapun yang melihat perilaku itu hentikan,” tegasnya.

Menurutnya, lokasi yang paling banyak dilewati anak-anak tersebut diantaranya Palem Semi, Kebon Nanas, Ciledug dan lainnya. Jamal mengungkapkan, jika terjadi kecelakaan pun kesalahan tersebut tidak serta merta disebabkan oleh pengemudi kendaraan. Bisa jadi penyebabnya dari anak-anak tersebut.

“Kan nanti kita lakukan olah TKP kita, kesalahannya kita lihat saat olah TKP,” terangnya.

Sementara Walikota Tangerang, Arief Wismansyah meminta agar masyarakat yang melihat aksi ngompreng yang dilakukan anak-anak untuk segera melaporkannya kepada petugas agar dapat dilakukan pembinaan.

“Kalau ada seperti itu dilaporkan saja, supaya kita bisa melakukan pembinaan,” ujar Arief.

Arief menilai orangtua memiliki peran yang penting dalam mendidik anak disaat pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Ia mengaku telah menyelenggarakan webinar kepada para murid, sehingga memiliki kesibukan dan dapat mengerjakan materi pembelajaran di rumah.

“Makannya Pemkot Tangerang ini sering kali memberikan webinar untuk pembelajar. Dan untuk orang tua, kita berharap anak-anak itu udah dikasih materi tugas, (pantau) biar mereka mengerjakan tugas dan materinnya,” pungkasnya.

Untuk itu, lanjut Arief, dirinya menghimbau agar orangtua memberikan kesibukan yang positif kepada anaknya agar tidak melakukan tindakan yang negatif.

“Nge-BM atau ngompreng truk apalagi tawuran nanti kalau kenapa-kenapa orang tua juga yang nyesel. Jadi saya pikir bimbinglah anak-anak dan berikan kesibukan yang positif supaya tidak melaklukan yang negatif,” himbaunya.(raf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here