Home TANGERANG HUB Geng All Star Serang Timur Digulung, Kapolda : ‘Pertajam Deteksi Dini, Tindak...

Geng All Star Serang Timur Digulung, Kapolda : ‘Pertajam Deteksi Dini, Tindak Tegas’

0
SHARE
Geng All Star Serang Timur Digulung, Kapolda : 'Pertajam Deteksi Dini, Tindak Tegas'
Dirreskrimum Polda Banten Kombes Pol Martri Sonny (dua dari kanan) bersama tim reskrim Polres Serang Kota memperlihatkan senjata tajam yang disita dari anggota geng All Star Serang Timur, kemarin. Sebanyak 10 anggota geng All Star Serang Timur telah ditangkap.

SERANG-Akhir pekan kemarin, segerombolan remaja membawa senjata tajam mengendarai sepeda motor, unjuk kekuatan di simpang Ciceri, Kota Serang Kota. Dalam tempo singkat, Polda Banten Polres Serang berhasil menangkap gengster tersebut. Gerombolan tersebut menamakan diri All Star Serang Timur.

Ditreskrimum Polda Banten bersama Satreskrim Polres jajaran telah menangkap 10 remaja anggota geng tersebut, beserta barang bukti senjata tajam. Dirreskrimum Polda Banten Kombes Pol Martri Sonny didampingi Kapolres Serang Kota AKBP Yunus Hadith Pranoto, Kasat Reskrim AKP Mochamad Nandar mengatakan, 10 remaja yang ditangkap ini, ikut dalam aksi di perempatan Ciceri Sabtu (6/3) dini hari.

“Ya, kami dari Ditreskrimum Polda Banten bersama Satreskrim Polres jajaran telah berhasil mengamankan 10 orang dari kelompok geng motor. Dari hasil pengembangan, mereka ikut aksi bersama geng motor yang viral di media sosial, yang terjadi pada hari Sabtu (06/03) dini hari pukul 03.00 WIB,” kata Martri Sonny.

Ia memaparkan, di dalam video yang viral di medsos tersebut ada sekelompok geng motor lebih kurang sekitar 100 orang dengan menggunakan sepeda motor dan mengacung-acungkan senjata tajam.

“Hal itu tentunya mengganggu kamtibmas wilayah hukum Polda Banten khususnya wilayah kota Serang,” lanjutnya.

Martri Sonny menjelaskan, bersama Satreskrim Polres Serang Kota masih mengejar anggota geng motor ini.

“Berdasarkan keterangan sementara yang diperoleh penyidik, geng motor ini hendak melakukan aksi balas dendam. Yang mana sekitar dua bulan yang lalu, karena anggota kelompoknya akan dianiaya atau dibacok, kelompok lain,” paparnya.

Merespons dari kejadian tersebut mereka merencanakan aksi balas dendam. Berdasarkan keterangan dari 10 orang yang sudah kami amankan, kami masih melakukan pengembangan dan kemungkinan jumlah yang kami amankan akan bertambah,” jelas Martri Sonny.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi menambahkan kepolisian sedang menelusuri dan menyelidiki terkait video viral tersebut.

Dirreskrimum Polda Banten Kombes Pol Martri Sonny (dua dari kanan) bersama tim reskrim Polres Serang Kota memperlihatkan senjata tajam yang disita dari anggota geng All Star Serang Timur, kemarin. Sebanyak 10 anggota geng All Star Serang Timur telah ditangkap.
Irjen Pol. Dr. Rudy Heriyanto Adi Nugroho, Kapolda Banten.

“Kepada seluruh masyarakat jangan coba-coba membuat keonaran di wilayah hukum Polda Banten, dan kepada seluruh orang tua agar mengawasi anak-anaknya untuk tidak keluar hingga tengah malam,” tutur Edy Sumardi.

Lanjut Edy Sumardi dari 10 orang tersangka itu disita celurit, golok sisir dan handphone. Mereka terancam pasal 2 ayat 1 UU Darurat No 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara. Lalu pasal 160 KUHP ancaman hukuman paling lama 6 tahun penjara, pasal 11 ayat 1 huruf A Perda No 1 tahun 2020 dengan ancaman hukuman paling lama 1 tahun penjara,” tandas Edy Sumardi. Sementara itu, Kapolda Banten Irjen Pol. Dr. Rudy Heriyanto Adi Nugroho telah memerintahkan kepada segenap jajaran dan kapolres untuk bertindak segera terhadap gejala sosial yang patut diduga dapat berkembang menimbulkan keresahan masyarakat.

“Jangan ragu-ragu, lakukan langkah-langkah mulai dari tindakan dini, cegah sampai kepada represif sesuai perkembangan dan hukum,” tegas Kapolda Rudy, Minggu (7/3) di Serang, Banten.

Ia mengapresiasi anak buahnya yang bergerak cepat mengamankan sejumlah pelaku berikut barang bukti berupa senjata tajam di Kota Serang.

Di masa pandemi Covid-19 ini, Rudy menginstruksikan kepada segenap jajarannya agar lebih jeli mengamati gejala buruk yang muncul di masyarakat.

“Pertajam ‘penciuman polisi’ agar jeli mengamati situasi sosial. Tapi, pada saat yang sama jangan kehilangan persuasi, edukasi dan humanity,” Rudy menginstruksikan.

Kepada kapolres, kapolsek dan bhabinkamtibmas segera perkuat penggalangan cegah dini bersama potensi masyarakat setempat.

“Rangkul semua potensi. Utamanya kaum ulama desa, guru mengaji, kepala desa, lurah, RW, RT, dan para pendekar. Itu kekuatan luar biasa untuk lakukan cegah dini,” kata Kapolda.

Rudy juga mengingatkan perlunya merangkul guru-guru dan para orangtua untuk bersama-sama menciptakan kegiatan produktif. Sehingga mampu menjadi semacam akomodasi positif bagi kaum muda untk menjadi lebih produktif.

Kapolda Rudy yakin, masyarakat Banten dengan segala kegotongroyongan dan kearifan setempat, akan mampu mencegah gejala buruk yang dikhawatirkan akan berkembang menjadi tidak kondusif.

Kepala Ombudsman Banten Dedy Irsan memberikan apresiasi atas gerak cepat Polda Banten dalam menangkap para pelakunya.

“Informasi yang kami dapat sudah ada belasan pelaku yang ditangkap oleh Ditreskrimum Polda Banten dan Polres Serang Kota, dan masih terus memburu pelaku lainnya. Aksi puluhan pemuda dengan membawa senjata tajam tersebut dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.

Ombudsman Perwakilan Banten mendukung upaya-upaya yang dilakukan Polri sebagai garda terdepan dalam menjaga kamtibmas,” ujarnya.

Kata Dedy, persoalan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian semata. Tetapi peran guru-guru di sekolah dalam mendidik dan mengajar anak anak didiknya menjadi perhatian yang sangat penting. Serta orangtua juga bertanggungjawab untuk melakukan pengawasan dan bimbingan yang ketat kepada anak-anaknya. Agar tidak sampai terjerumus melakukan tindakan pelanggaran dan kriminal yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

“Kepada pihak kepolisian dan Satgas Covid-19 agar dapat membubarkan kerumunan-kerumunan yang terjadi di Banten, baik siang apalagi pada malam hari yang sudah melewati jam 20.00 WIB. Sehingga diharapkan dapat mempersempit ruang gerak agar tidak meresahkan masyarakat,” ucap Dedy. (rdi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here