Home TANGERANG HUB Dindik Tangsel Siapkan Skema Pembelajaran Tatap Muka

Dindik Tangsel Siapkan Skema Pembelajaran Tatap Muka

0
SHARE
Dindik Tangsel Siapkan Skema Pembelajaran Tatap Muka
Para siswa sudah merindukan belajar di sekolah seperti dulu lagi.

CIPUTAT-Saat ini Kota Tangsel masuk zona kuning penyebaran Covid-19. Artinya, risiko penularan kecil dan kasus semakin menurun. Diharapkan segera masuk zona hijau. Agar siswa bisa kembali belajar tatap muka di sekolah, bertemu langsung dengan guru. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel sudah melakukan persiapan untuk memulai kegiatan belajar mengajar secara tatap muka pada Juli nanti. Rencana tersebut dapat direalisasikan jika vaksinasi Covid-19 terhadap guru dapat selesai pada Juni mendatang atau sebulan sebelum tahun ajaran 2021/2022 dimulai.

Kepala Dindikbud Kota Tangsel Taryono telah menyiapkan skema pelaksanaan kegiatan belajar tatap muka, apabila bisa digelar kembali pada Juli. “Salah satunya adalah membuka sekolah dan memulai aktivitas tatap muka dari dari jenjang pendidikan tertinggi hingga terendah,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Senin (8/3).

Taryono memaparkan kegiatan belajar mengajar tatap muka pada tahap awal menurut rencana akan dimulai untuk tingkat SMP dan SMA sederajat. Pasalnya, siswa SMP dan SMA sudah lebih mengerti dan bisa menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Setelah itu, baru tingkat SD, TK, dan PAUD. Pertimbangannya karena yang paling memungkinkan bisa menjalankan protokol kesehatan itu anak-anak SMP dan SMA,” tambahnya. Menurutnya, jenjang TK dan PAUD dibuka paling akhir, karena paling rentan terpapar Covid-19 dan dikhawatirkan protokol kesehatan tak berjalan dengan baik di antara murid. Pembukaan secara bertahap tersebut untuk mengevaluasi apakah ditemukan penularan Covid-19 dan bagaimana penerapan protokol kesehatan di area sekolah.

Skema awal belajar tatap muka di sekolah adalah, tetap mengurangi jumlah siswa di kelas. Jumlah siswa di kelas dibatasi. Selain itu, di seluruh sekolah juga akan digelar secara bergantian setiap harinya, untuk meminimalisasi kerumunan siswa. Jumlah siswa di tiap kelas akan dibatasi dengan membagi menjadi dua sampai tiga kelompok rombongan belajar. Sehingga jaga jarak fisik di dalam kelas terjamin. “Jadi bergantian. Dibagi menjadi dua hingga tiga kelompok. Kalau jumlah siswanya per kelasnya sedikit cukup dibagi tiga,” jelasnya.

Berbeda bila yang kapasitasnya besar atau di atas 30 siswa per kelas. Misalnya di sekolah negeri akan dibagi tiga kelompok. “Kelompok pertama hari apa masuknya, kelompok kedua hari apa, dan seterusnya. Tujuannya tentu untuk menjaga protokol kesehatan,” tuturnya. Mantan Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Tangsel ini mengungkapkan, di Kota Tangsel terdapat 14.214 guru, baik dari sekolah negeri maupun swasta. Mereka terdata dan sudah divaksinasi Covid-19.

Selain itu, terdapat lebih dari 1.800 tenaga pendidikan, seperti petugas keamanan dan pegawai di sekolah, yang juga menjadi sasaran penyuntikan vaksin. “Kami punya target Juni sudah bisa selesai vaksinasi, baik pendidik dan tenaga pendidikannya, telah divaksinasi dua dosis,” ungkapnya. Bila itu sudah dilakukan maka rencana pembukaan kembali sekolah tahun ajaran 2021/2021 diharapkan bisa direalisasikan.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan tatap muka tetap harus dilakukan secara terbatas tanpa mengesampingkan potensi penularan Covid-19 di lingkungan sekolah. Karena siswa belum menjalani vaksinasi Covid-19. “Guru dan tenaga pendidik yang sudah disuntik vaksinasi masih bisa tertular apabila imunitas tubuhnya belum terbentuk. Apalagi siswa yang belum divaksinasi,” tutupnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here