Home TANGERANG HUB Prostitusi di Apartemen Aeropolis Terbongkar, Polisi Amankan 21 Orang Terlibat

Prostitusi di Apartemen Aeropolis Terbongkar, Polisi Amankan 21 Orang Terlibat

0
SHARE
Prostitusi di Apartemen Aeropolis Terbongkar, Polisi Amankan 21 Orang Terlibat
Para PSK, calo dan germo yang terlibat prostitusi di apartemen Aeropolis, Neglasari, Kota Tangerang diamankan diperiksa di Mapolrestro Tangerang Kota.

KOTA TANGERANG-Apartemen menjadi tempat bisnis esek-esek. Transaksi antara pria hidung belang dengan pekerja seks komersial (PSK) menggunakan aplikasi percakapan Michat. Apartemen Aeropolis di Jalan Marsekal Surya Dharma, Neglasari, Kota Tangerang menjadi tempat eksekusi. Praktik prostitusi online ini dibongkar Polres Metro Tangerang Kota.

Dari apartemen itu, polisi menangkap 21 orang yang terlibat. Sebanyak 7 wanita adalah PSK, 5 orang wanita calo, 7 orang laki-laki calo, dan 2 orang tamu dari PSK. Mereka berkencan di salah satu kamar milik Elita.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Deonijiu De Fatima mengatakan, ada sejumlah calo yang memfasilitasi kamar apartemen digunakan sebagai tempat eksekusi. “Modusnya para calo atau broker hidung belang ini menyediakan kamar apartemen dengan biaya sewa Rp150 ribu per 3 jam. Tarif PSK, antara Rp500ribu sampai dengan Rp700ribu untuk satu kali kencan,” ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres di Mapolres Metro Tangerang Kota, Senin (8/3).

Deonijiu menambahkan, para PSK ini menjajakan dirinya menggunakan aplikasi percakapan Michat. Setelah waktu dan harga disepakati, pria yang ingin kencan itu mendatangi apartemen Aeropolis. Para wanita PSK ini juga tinggal di apartemen itu. Di tempat ini, sudah ada calo yang akan menyambut serta menyediakan kamar. “Upah untuk calonya Rp50ribu/per tamu. Kamar apartemen disewa pelaku mucikari per bulan antara Rp 2,2juta sampai dengan Rp2,4juta,”paparnya.

Ia menjelaskan, dari hasil penangkapan ini, polisi mengamankan barang bukti berupa, uang hasil transaksi, handphone yang berisi percakapan Michat, alat kontrasepsi dan buku catatan tamu. “Untuk wanita PSK berasal dari Bekasi dan Purwakarta, mereka tinggal di apartemen itu. Sedangkan tamu, mereka dapat dari para calo yang sudah bekerjasama dengan para PSK tersebut,”ungkapnya. “Saya ingatkan, kasus ini pelajaran bagi para orangtua untuk mengawasi anaknya. Kegiatan di media sosial mereka juga harus dipantau. Masyarakat juga bisa laporkan ke kami jika menemukan praktik prostitusi online seperti ini,” tutupnya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here