Home TANGERANG HUB Sudah Terbiasa Mendengar Suara Aneh

Sudah Terbiasa Mendengar Suara Aneh

0
SHARE
Sudah Terbiasa Mendengar Suara Aneh
Menguburkan jenazah pada malam hari, menjadi ujian mental. Terkadang para penggali kuburan mendengar suara-suara aneh.

CIPUTAT-Tempat pemakaman umum (TPU) Jombang, Ciputat, Kota Tangsel menjadi makam khusus jenazah Covid-19. Ada cerita mistis dari para penggali kuburan.

Di TPU Jombang, ada 10 petugas yang menggali lubang dan memakamkan jenazah pasien Covid-19. Setiap hari ada saja jenazah yang harus mereka makamkan.

Sejak pandemi melanda Kota Tangsel sekitar Maret 2020, penggali kuburan di TPU Jombang sudah memakamkan 707 jenazah pasien Covid-19.

Di tempat yang dianggap angker inilah Aldi (21) mengalami peristiwa horor. Sebagai penggali kuburan, tak bisa memilih, kapan harus bekerja. Malam pun, saat ada jenazah yang harus dimakamkan, ia harus laksanakan. “Jadi saya bersama teman sesama penggali kubur berjalan melintas di samping makam Covid-19, tiba-tiba ada suara cewek tertawa dari arah kuburan Covid,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Kamis (4/3).

Aldi mengaku takut, waktu itu. Bukan kali ini saja, ia mengalami peristiwa tak masuk logika.

Ia juga pernah melihat ada penampakan dari makam Covid-19. Kejadian itu ia dan temannya alami saat awal-awal memakamkan jenazah Covid-19. Awalnya ia takut. Namun, karena sering berada di kuburan, rasa takutnya lama-lama hilang. Pemandangan aneh, dianggap biasa.

“Suara-suara itu masih ada. Tapi, lama-lama hilang dan sekarang tak seperti dulu lagi,” tambahnya.

Menurutnya, jadi tukang gali kubur sudah berjalan satu tahun sejak TPU Jombang dijadikan makam khusus jenazah Covid-9. Aldi mengatakan, memakamkan jenazah Covid-19 saat malam hari lebih ekstrem dibanding siang hari. Meskipun ada lampu penerangan, namun tetap kurang terang.

“Saya bersama teman pernah menguburkan jenazah Covid-19 malam hari. Pas lagi jalan, tiba-tiba mendengar suara cewek lagi tertawa dari makam yang jaraknya tidak jauh. Rasa takut ada. Tapi, karena tuntutan pekerjaan, ya kita tetap menyelesaikan pekerjaan,” ungkapnya.

Menurutnya, menjadi tukang gali kubur lantaran terpaksa. Dahulu ia kerja serabutan. Lantaran pandemi Covid-19 ia sulit mencari nafkah. Lalu menjadi tukang parkir di TPU Jombang. Seiring berjalannya waktu dan jenazah Covid-19 yang dimakamkan semakin banyak, membuat petugas gali kubur kurang.

“Lalu saya ngomong kepada pengelola makam untuk jadi tukang gali dan diterima. Awalnya saya jadi tukang gali sempat takut. Karena, jenazah yang dimakamin kena Covid.

“Awal menggali kuburan pasti capek dan takut kalau peti yang di makam sebelah nongol,” ungkapnya.

Cerita mistis tidak hanya dialami penggali kuburan saja. Namun, oleh warga sekitar TPU Jombang juga. Sania (19) yang tinggal persis di depan gerbang makam TPU Jombang mengaku sering mendengar ada orang menangis, ada orang menyapu di malam hari, dan ada juga suara perempuan tertawa.

“Saya sering mendengar suara-suara aneh dari makam selama pandemi Covid-19. Saya tinggal di sini sudah 18 tahun. Minggu lalu ada yang ngetok-ngetok rumah saya dan setelah diintip dari jendela gak ada orang,” ujarnya.

Menurutnya, belum lama ini ia melihat ada anak kecil duduk di atas kotak amal yang ada di TPU Jombang. Sania juga pernah melihat penampakan seperti pocong dan sempat diabadikan menggunakan ponselnya. “Saya pernah videoin dan kata warga itu pocong,” jelasnya.

Cerita mistis juga dibagikan oleh pengemudi mobil jenazah, Ade (45). Ade yang bekerja di bawah Dinas Perkimta Kota Tangsel ini mengaku, kejadian mistis sebenarnya hanya ada di sinetron-sinetron saja.

Menurutnya, penampakan dan suara-suara aneh itu, hanya halusinasi yang dibuat diri sendiri dari rasa takut.

“Saat membawa jenazah di mobil kadang-kadang ada godaan sedikit dan ini wajar. Manusia matinya beda-beda, ada yang wajar dan tidak,” ujarnya.

Menurutnya, di sepanjang perjalanan membawa jenazah, kadang seperti ada yang meniup telingga dan mencolek. Tapi, pria yang sudah 7 tahun bekerja sebagai pengemudi mobil jenazah ini meyakini kalau kita semakin takut, maka “dia” semakin seneng dan berani.

“Selama membawa jenazah Covid-19, aman dan tidak pernah terjadi hal-hal aneh, karena jaraknya dekat. Tapi, kalau bawa jenazah sampai Malang, Jawa Timur lebih sering (mengalami kejadian aneh),” tambahnya.

Ia mengaku selama pandemi sudah membawa lebih dari 100 jenazah yang dimakamkan dengan protokol kesehatan Covid-19. “Kerja sebagai sopir jenazah saya nikmati. Karena bisa membantu masyarakat yang sedang berduka,” tutupnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here