Home HUKUM Kasus Tipikor RS Sintanala, Pekan Depan Diserahkan ke JPU

Kasus Tipikor RS Sintanala, Pekan Depan Diserahkan ke JPU

0
SHARE

TANGERANG – Dugaan kasus Tindak Pidana Korupsi ( Tipikor ) pengadaan jasa kebersihan tahun anggaran 2018 di Rumah Sakit (RS) dr Sitanala, Neglasari, Kota Tangerang, terus berlanjut. Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang, Bayu Probo mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil perhitungan resmi dari pihak penghitung kerugian negara. menurutnya, saat ini masih dilakukan tahap satu yaitu proses penyidikan lebih lanjut. setelah proses tahap satu selesai kemudian berlanjut ke tahap 2 yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti dari jaksa peneliti kepada jaksa penuntut umum. namun pihaknya tidak bisa memberikan keterangan secara detail. “Kita belum bisa memberikan keterangan secara detail,” kata Bayu saat ditemui Tangerang Ekspres.

Bayu menjelaskan, sampai saat ini kedua tersangka dengan inisial NN dan YZ, dalam kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pengadaan jasa kebersihan tahun anggaran 2018 di Rumah Sakit (RS) dr Sitanala, hanya dilakukan penahanan dalam kota lantaran tersangka YZ, Direktur PT PBA selaku penyedia jasa ini mengidap penyakit jantung stadium 4. dengan alasan kemanusiaan pihaknya sementara melakukan penahanan kota terhadap dua tersangka tersebut. “Sama NN juga dilakukan penahanan dalam kota, biar tidak timbul disparitas,” ujarnya.

Bayu menuturkan, setelah pihaknya melakukan tracking aset harta dan rekening tersangka. Tersangka YZ, beritikad mengembalikan kerugian negara senilai Rp 900 juta yang awalnya kita sangkakan untuk kasus perkara tipikor pengadaan jasa kebersihan tahun anggaran 2018 di Rumah Sakit (RS) dr Sitanala dari nilai anggaran sebesar Rp 3,5 Miliar. saat ini pihaknya belum mengetahui kerugian negara secara keseluruhan dalam perkaran ini.
“Sementara belum ada, sampai sekarang kita belum tahu nih apakah ada penambahan kerugian negara barapanya. yang kemarin kita sita senilai Rp 900 juta, itu ada itikad baik dari tersangka YZ,” pungkasnya.

Ia menyatakan, sekitar dua pekan kedepan pihaknya melakukan tahap dua yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti ke Jaksa penuntut umum (JPU). Setelah perkara ini ditingkatkan ke tahap dua Ia juga belum bias memastikan apakah tersangka nantinya akan dilakukan penahanan yang dititipkan di rumah tahanan atau masih menjalankan tahanan kota.

“Nanti kebijakan pimpinan seperti apa di tahap dua. Apakah nanti kita lakukan tahanan rutan. nanti kita lihat spt apa,” tandasnya.

Sebelumnya, Kejari Kota Tangerang mengungkap Dugaan kasus Tindak Pidana Korupsi ( Tipikor ) pengadaan jasa kebersihan tahun anggaran 2018 di Rumah Sakit (RS) dr Sitanala, dengan nilai anggaran Rp 3,5 miliar. anggaran tersebut menggunakan dana APBN dari Kementerian Kesehatan. dalam perkara ini Kejari menetapkan dua orang tersangka, yaitu NN Selaku sebagai Pokja ULP RS Sitanala dan YZ, Direktur PT PBA selaku penyedia jasa.

NN dan YZ melaksanakan menjalankan jasa kebersihan ini secara fiktif. Modus operandi, pelaksanaannya tidak sesuai dengan Perpres 70 tahun 2012 perubahan kedua atas Perpres 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah. setelah dilakukan penyidikan dan dilakukan tracking aset harta dan rekening tersangka, kemudian Kejari Kota Tangerang menyita uang Rp 900 juta dari direktur PT PBA berinisial YZ. Uang itu diduga hasil penyimpangan proyek pengadaan jasa Cleaning Servise dari total proyek sebelumnya disebutkan Rp 3,8 miliar.(raf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here