Home ADVERTORIAL Puskesmas Ciater Resmi Beroperasi, Layani Persalinan Tetap dan Observasi

Puskesmas Ciater Resmi Beroperasi, Layani Persalinan Tetap dan Observasi

0
SHARE
Puskesmas Ciater Resmi Beroperasi, Layani Persalinan Tetap dan Observasi
Walikota Airin mendapatkan seikat bunga dari para pegawai Dinkes sebagai bentuk apresiasi dan terima kasih terhadap Airin.

SERPONG-Pemkot Tangsel terus meningkatkan pelayanan dibidang kesehatan, salah satunya dengan menambah puskemas. Senin (29/3) Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany meresmikan UPTD Puskemas Ciater, Serpong.

Gedung Puskesmas Ciater memiliki tiga lantai dan merupakan puskesmas ke-32 atau dimiliki Pemkot Tangsel. Selain itu, puskesmas Kedaung juga sedang dalam proses pembangunan, serta tahun ini akan dibangun dua puskesmas lagi, yakni Nusa Loka dan Lengkong Karya. Sehingga sampai akhir tahun ini total ada 35 puskesmas.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, setelah diresmikan Puskesmas Ciater mulai melayani masyarakat. “Puskesmas ini besok (hari ini) sudah menerima pasien tapi, bukan rawat inap melainkan rawat jalan,” ujarnya seusai meresmikan, Senin (29/3).

Airin menambahkan, UGD juga beroperasi disesuaikan dengan jam operasional puskesmas. Tahun ini Pemkot juga akan membangun Labkesda dan untuk sementara aktivitas Labkesda dipindahkan ke puskesmas Ciater. “Sementara kita akan bongkar dan bangun gedung Labkesda yang lebih maksimal,” tambahnya.

Masih menurutnya, belajar dari pengalaman menghadapi covid-19, istilahnya bila seorang dokter periksa semua orang bisa melakukannya tapi, butuh tempat untuk langkah selanjutnya, seperti pemeriksaan ronksen, tes darah dan lainnya. Sehingga dokter bisa memutuskan itu penyakit apa dan diberikan obat apa.

“Pembangun Labkesda ini sempat tertunda karena keterbatasan anggaran dan dilanjutkan tahun ini, dan mudah-mudahan ini makin maksimal dalam rangka menyembuhkan masyarakat dan pasien,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Allin Hendarlin Mahardian mengatakan, puskesmas Ciater direncanakan sebagai puskesmas non rawap inap tapi, untuk persalinan tetap bisa dan observasi hanya 8 jam. “Kalau lebih 8 jam akan diobeservasi ke puskesmas lain yang terdekat,” ujarnya.

Allin menambahkan, puskesmas adalah pelayanan promotif dam prefentif kesehatan masyarakat. Untuk sementara, Kepala Puskesmas masih dijabat oleh pelaksana tugas (Plt), yakni Kepala Puskesmas yang membawahi wilayah Ciater yakni puskesmas Rawa Buntu, yaitu drg. Hartono.

“Petugas diambil dari puskesmas sebelah dan merekrut. Kalau untuk puskes non rawat inap di Peraturan Kementerian Kesehatan no.43 itu butuh 22 tenaga, yakni 17 tenaga medis dan 5 penunjang lainnya,” ungkapnya. (ADV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here