Home TANGERANG HUB Dendi Mulfianto, Pelukis Mural Jalah Haji Baan Cipondoh

Dendi Mulfianto, Pelukis Mural Jalah Haji Baan Cipondoh

0
SHARE
Dendi Mulfianto, Pelukis Mural Jalah Haji Baan Cipondoh Modal Belajar Otodidak, Sudah Punya Jam Terbang
MENGGAMBAR : Dendi Mulfianto menyulap tembok Haji Baan dengan gambar tokoh pahlawan dengan air brush. FOTO: Randy Yastiawan/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Menggambar mural sudah menjadi hobi Dendi Mulfianto sejak muda. Meski tak seenerjik dulu, tapi kemampuan menggambarnya sampai sekarang tetap terasah. Terutama menggambar karakter tokoh para pahlawan. Ini dapat dilihat di tembok sepanjang Jalan Haji Baan, Kecamatan Cipondoh yang penuh dengan karyanya.

Dendi yang tinggal di Kelurahan Poris Plawad Indah, Kecamatan Cipondoh tak pernah mengikuti sekolah khusus menggambar. Talentanya murni dari belajar otodidak.

Dendi menceritakan awal memulai hobi menggambar pada tahun 1988. Dirinya masuk dunia perfilman dengan tugas membuat poster film sebagai media promosi.
Selanjutnya, pada tahun 1990 dirinya juga menuangkan karyanya dalam billboard. Untuk jam terbang, seluruh Indonesia sudah dijelajahi. Hanya Papua saja yang belum disinggahi untuk berkarya di sana.

“Menggambar memang hobi saya sejak kecil, bahkan semua karya yang saya buat hasil karya otodidak dan tidak belajar di sekolah khusus seperti orang-orang. Dengan modal tekad dan hobi, ini bisa menjadi penghasil saya dalam berkarya,”ujarnya, Senin (5/4).

Dendi menjelakan, dirinya juga sempat mendapat juara 1 lomba lukis di Perumahan Banjar Wijaya pada tahun 1997. Lomba tersebut diikut peserta se-Jabodetabek yang selanjutnya diminta untuk menggambar di beberapa perusahaan besar.

“Dulu, Kota Tangerang masih sepi bahkan mural tidak dilirik oleh masyarakat dan Pemerintah Daerah. Harusnya, pemerintah bisa memberikan support dan dukungan kepada para seniman untuk bisa tetap berkarya,”paparnya.

Ia menjelaskan, tidak hanya pemerintah saja, support pemuda juga sangat penting. Seperti yang saat ini dilakukan, minat pemuda di wilayahnya masih sangat kurang dalam seni. Padahal, seni bisa membuat apa yang abstrak menjadi nyata.

“Seperti saat ini, saya menggambar pahlawan di tembok. Ini sebagai edukasi yang nantinya bisa dimanfaatkan masyarakat dan pemerintah daerah khususnya Dinas Pendidikan dengan memberikan pelajaran sejarah mengenai perjuangan pahlawan meraih kemerdekaan,”ungkapnya.

Pria kelahiran Malang 1964 tersebut mengungkapkan, dalam menggambar tidak semua seniman mudah menggunakan air brush. Karena, banyak seniman yang menggunakan kuas beralih ke air brush membutuhkan waktu untuk bisa menguasainya.

“Biasanya untuk gambar detail seperti yang saya lakukan ini, menggunakan air brush. Kalau pakai kuas, membutuhkan waktu lama dan bahkan 1 gambar bisa memakan waktu 1 sampai 2 hari. Kalau air brush ini, bisa jadi beberapa gambar,”katanya (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here