Home TANGERANG HUB Dindik Siap Laksanakan Belajar Tatap Muka

Dindik Siap Laksanakan Belajar Tatap Muka

0
SHARE
Dindik Siap Laksanakan Belajar Tatap Muka
ZOOM MEETING: Mendikbud Nadiem Makarim memberikan penjelasan tentang sekolah tatap muka yang harus digelar di sekolah yang sudah divaksinasi, Senin (5/4). FOTO: Kemendikbud

TIGARAKSA—Pembelajaran tatap muka di Kabupaten Tangerang segera dilaksanakan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Pendidikan sudah melaksanakan pendataan dan vaksinasi terhadap tenaga pendidik dan kependidikan.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang Syaifullah mengatakan, pembelajaran tatap muka akan mengikuti arahan dan Kebijakan Pemerintah Provinsi Banten di mana sebagai penanggung jawab Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid19.

“Sudah 90 persen guru di Kabupaten Tangerang divaksin. Insya Allah prinsip belajar tatap muka sudah siap semua. Baik dari sisi tenaga pendidik maupun sarana dan prasarananya,” katanya kepada Tangerang Ekspres, Senin (5/4).

Sementara, Ketua PGRI Kabupaten Tangerang Bibing Sudarman mengatakan, organisasi yang dipimpinnya siap bersinergi membantu kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Ia berharap, bisa segera mungkin tatap muka sehubungan pembiasaan tumbuh kembang pembiasaan dan karakter siswa yang membutuhkan pendampingan.

“Persiapan tatap muka berdasarkan informasi dari semua rekan di PGRI, cabang maupun ranting sudah siap untuk melakukan tatap muka dengan protokol kesehatan Covid-19. Yang menjadi persoalan di perjalanan menuju ke sekolah perlu ada kerja sama antara semua pihak elemen masyarakat maupun orang tua untuk mensosialisasikan dan dapat melakukan protokol kesehatan,” katanya.

Sementara itu, rapat koordinasi antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Makarim dengan dinas pendidikan menghasilkan keputusan membuka opsi pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. Rapat digelar pada pekan kemarin melalui virtual aplikasi zoom. Hasilnya, bagi guru yang disekolahnya sudah melakukan vaksinasi diwajibkan membuka opsi pembelajaran tatap muka di kelas.

Nadiem menegaskan, tidak ada kebijakan pembelajaran tatap muka dimulai Juli. Sebab, sudah ada 22 persen sekolah di Indonesia yang mulai pembelajaran langsung di kelas dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. “Karena guru sudah divaksin. Jadi sekolah yang gurunya sudah divaksin harus segera memenuhi protokol kesehatan (prokes) dan segera melakukan tatap muka. Bisa dua kali seminggu, tiga kali seminggu, tidak perlu cepat tetapi kebijakan ini bagi sekolah yang gurunya sudah divaksin harus segera menyediakan opsi belajar tatap muka,” tegasnya saat rapat.

Ia menjelaskan, target belajar tatap muka pada Juli dimaksudkan agar semua sekolah di Indonesia sudah melakukan tatap muka terbatas. Menurutnya, untuk mencapai target bulan Juli, sekolah harus memulai dari sekarang. Ia mengingatkan agar saat akan memulai pembelajaran tatap muka sekolah wajib melibatkan orang tua murid.

“Mohon pertama ditekankan kebijakan sekolah tatap muka dikeluarkan mulai hari ini. Jadi sekolah yang sudah di vaksinasi harus mulai memenuhi daftar periksa dan segera membuat opsi belajar tatap muka. Jangan lupa satu lagi faktor bahwa orang tua berhak memilih anaknya ikut atau tidak belajar tatap muka itu keputusan orang tua murid,” jelasnya.

Lanjut Nadiem, Jadi dengan sistem rotasi belajar maka sekolah harus ada belajar versi pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau lebih dikenal belajar online dan ada pembelajaran PTM terbatas. “Bagi sekolah yang sudah melakukan PTM terbatas silahkan lanjut dengan protokol kesehatan yang ketat. Tentu kalau sudah ada indikasi penyebaran Covid-19 maka harus ditutup kembali belajar tatap mukanya,” pungkasnya.(sep/din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here