Home NASIONAL Lampung hingga Bali Disekat, Nekat Mudik Dipaksa Putar Balik

Lampung hingga Bali Disekat, Nekat Mudik Dipaksa Putar Balik

0
SHARE
Korlantas Polri sedang menyiapkan titik penyekatan di perbatasan kabupaten, kota dan provinsi untuk mencegah warga yang hendak mudik.

JAKARTA-Kebijakan larangan mudik mulai dimatangkan Korlantas Polri. Lembaga yang dipimpin Irjen Istiono tersebut tengah merancang penyekatan di tiap kota dari Lampung hingga Bali. Pengemudi yang nekat pulang kampung siap-siap diputar balik. Kabagops Korlantas Polri Kombespol Rudi Antariksawan menjelaskan, saat ini 333 titik penyekatan telah dipersiapkan.

Penyekatan itu akan dilakukan di tiap kota dari Lampung hingga Bali. ”Dilakukan di semua jalur, ” tuturnya.

Korlantas telah membagi sejumlah jalur mudik yang akan disekat. Yakni, jalan tol, arteri, pantura, tengah dan selatan. ”Titik penyekatannya akan ditentukan,” paparnya kepada Jawa Pos kemarin.

Titik penyekatan itu akan dilakukan di perbatasan kota, kabupaten dan provinsi. Sehingga, penyekatan dilakukan berlapis di tiap kota. ”Penyekatan tiap kota ini akan membuat pengendara kesulitan mencari jalur tikus,” paparnya.

Kendaraan yang terbukti pulang kampung akan disanksi berupa putar balik. Dia mengatakan, pengemudi diharapkan untuk kembali ke daerah keberangkatan. ”Ke daerah asalnya,” papar mantan Dirlantas Polda Jawa Tengah tersebut.

Kendati penyekatan dilakukan secara ketat, dia mengatakan, ada pengecualian untuk kondisi tertentu. Seperti, orang dalam keadaan dinas mendesak. Ada syarat berupa surat dari pimpinan yang harus disertakan. ”Ada pengecualian lain juga,” paparnya.

Pengecualian diperuntukkan bagi orang dalam kondisi darurat, seperti sakit, berobat dan keluarga meninggal dunia. Tapi, tetap ada syarat yang harus dipenuhi, yakni surat dari rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW). ”Itu harus dibuktikan dengan surat,” terangnya.

Berdasarkan pengalaman larangan mudik 2020, maka fenomena travel pelat nomor hitam akan bermunculan. Korlantas telah menyiapkan sanksi untuk travel pelat hitam berupa penahanan sementara. ”Hingga masa larangan mudik usai,” jelasnya.

Sementara Pengamat Transportasi Djoko Setijawarno menuturkan, sanksi berupa penahanan travel pelat hitam itu hanya akan menimbulkan kemungkinan lain, seperti beking atau malah upaya menyuap petugas. ”Maka, yang paling ampuh tentunya menghentikan aktivitas semua pusat trasportasi, seperti terminal, stasiun dan bandara,” paparnya. Ditambah dengan pemberian subsidi terhadap transportasi darat. Yang kerap kali tertinggal dalam kebijakan pemberian subsidi pemerintah. Namun, tentunya tidak bisa kebijakan ini dilakukan korlantas, harus semua stakeholder. ”Subsidi ini penting untuk menunjang menghentikan upaya ilegal pulang kampung,” jelasnya. (idr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here