Home TANGERANG HUB Abuya KH.Uci Turtusi (Abah Uci) Wafat Usai Salat Subuh

Abuya KH.Uci Turtusi (Abah Uci) Wafat Usai Salat Subuh

2
SHARE
Abuya KH.Uci Turtusi (Abah Uci) Wafat Usai Salat Subuh
Ribuan pelayat memadat Ponpes Istiqlaliyyah, Kampung Cilongok, Desa Sukamantri, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang untuk mendoakan Abuya KH.Uci Turtusi yang wafat Selasa (6/4) pagi.
Abuya KH Uci Turtusi

PASAR KEMIS-Banten berduka. Ulama kharismatik, Abuya KH.Uci Turtusi wafat di usia 57 tahun, Selasa (6/4) pagi. Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Istiqlaliyyah di Kampung Cilongok, Desa Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang ini, meninggal dunia usai salat subuh. Jenazah Abah Uci dimakamkan sekitar pukul 15.30 WIB, di dalam kawasan ponpes. Ribuan pelayat datang dari berbagai penjuru daerah di Banten dan luar Banten.

Para pelayat tak henti-hentinya mengumandangkan kalimat tauhid : ‘Laa ilaaha illallaah’ saat jenazah Abah Uci dibawa ke tempat pemakaman. Humas Ponpes Al Istiqlaliyyah Supena Agung Permana mengatakan, Abah Uci wafat sekitar pukul 05.30 WIB. Ia belum dapat menyampaikan penyebab wafatnya ulama besar Banten itu. “Tentu, ini kabar duka bagi keluarga, murid dan jamaah beliau. Saya sampai lemas dan tidak percaya setelah mendengar kabar duka ini,” kata Agung, kepada Tangerang Ekspres.

Menurut Agung, jenazah Abah Uci mulai disalatkan sejak pukul 10.00 WIB. Sejak pagi hingga sore, ratusan jamaah bergantian menyalatkan jenazah Abah Uci. Gubernur Banten Wahidin Halim, Bupati Tangerang A.Zaki Iskandar, Wakil Bupati Tangerang Mad Romli, Sekretaris Daerah (Sekda) Rudy Maesyal dan Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro hadir dan ikut menyalatkan jenazah Abah Uci.

“Mari sama-sama mendoakan. Bagi yang belum sempat salat gaib, mari salat gaib di rumah untuk Abah Uci,” kata A.Zaki Iskandar, di kawasan Ponpes Al Istiqlaliyyah.

Ditanya wartawan soal kondisi kesehatan terakhir Abah Uci sebelum berpulang, Zaki mengaku belum menerima informasi yang utuh.

“Tapi, informasi yang saya dapatkan, beliau wafat setelah salat subuh,” kata Zaki.

Sementara itu, Camat Pasar Kemis, Chaidir bersyukur sering bersilaturahmi dengan Abah Uci dalam acara resmi maupun tidak resmi.

“Semasa hidupnya, almarhum sering memberikan bimbingan. Terutama penekanan pentingnya ibadah,” kata Chaidir.

Lalu, almarhum sering berpesan harus bisa menjaga Ukhuwah Islamiyyah (persaudaraan antar umat Islam), ukhuwah basoriyyah (persaudaraan antar umat manusia) dan ukhuwah watoniyyah (persaudaraan antar anak bangsa). Kemudian, harus menjalin hubungan antara umaro dan ulama untuk memperkuat persatuan umat.

“Kami forum komunikasi pimpinan kecamatan (Forkopimcam) Pasar Kemis merasa kehilangan sosok Kiai Abah Uci. (zky)

2 COMMENTS

Leave a Reply to Jaenul mursopi Cancel reply

Please enter your comment!
Please enter your name here