Home TANGERANG HUB BPJamsostek Salurkan Santunan Kematian

BPJamsostek Salurkan Santunan Kematian

0
SHARE
BPJamsostek Salurkan Santunan Kematian
SIMBOLIS: Camat Pakuhaji Asmawi (kanan) bersama Kepala Kantor Cabang BPJamsostek Pasar Kemis Wahyu Nurhayati (dua dari kiri) memberikan santunan kematian, Selasa (6/4). FOTO: BPJamsostek for Tangerang Ekspres

PAKUHAJI – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BPJamsostek) Cabang Pasar Kemis Kabupaten Tangerang kembali menyalurkan santunan kematian. Kali ini di Kecamatan Pakuhaji kepada dua pegawai pemerintah non-aparatur sipil negara (ASN). Kedua almarhum atas nama Lukamanul Hakim dan Suhendi sebagai tenaga kebersihan dan personel Satpol PP.

Kepala Kantor Cabang BPJamsostek Pasar Kemis Wahyu Nurhayati mengatakan, kedua almarhum baru satu tahun menjadi peserta. Akan tetapi, klaim santunan kematian tetap maksimal yakni sebesar Rp42 juta.

“Keduanya ikut kepersertaan jaminan pekerja dan meninggal karena sakit. Kedua sebagai tenaga non-ASN namun tetap dibayai oleh pemerintah daerah. Iurannya Rp 22 ribu dan sudah berjalan 12 bulan. Tetapi mendapat santunan maksimal,” katanya kepada Tangerang Ekspres, Selasa (6/4).

Nurhayati menuturkan, banyak manfaat yang diperoleh pekerja atau pegawai pemerintah non-ASN apabila bergabung sebagai peserta BPJamsostek. Bagi pegawai pemerintah, kata Nurhayati, sesuai perjanjian kerjasama mengikuti dua program yakni jaminan kematian dan kesehatan.

“Tadi juga kami berikan edukasi dan sosialisasi kepada elemen masyarakat yang hadir tentang manfaaat menjadi peserta jaminan sosial. Kami berharap pemerintah daerah bisa mengikutkan pegawainya satu program lagi yakni jaminan hari tua. Untuk sekarang dua program sesuai penandatanganan kerjasama,” kata Nurhayati.

Ia berharap, aparatur di desa bisa mengikuti kepersertaan jaminan sosial dengan dukungan dari pemerintah daerah. Ia menuturkan, pekerja atau perangkat desa bisa sebagai peserta penerima upah (PU) dengan mengikuti tiga program. Yakni, jaminan keselamatan, kematian dan hari tua.

“Sesuai Instruksi Presiden Nomo 2 tahun 2021 tentang optimaliasasi pelaksanaan program jaminan sosial tenaga kerja. Karena instruksi tadi harus ada turunannya ke daerah. Kita suadah MoU dengan Pemkab Tangerang tentang seluruh pekerja informal harus didaftarkan ke jaminan sosial. Kita mengapresiasi respon cepat pemerintah daerah dalam hal jaminan pegawainya,” paparnya.

Nuryahati mengungkapkan, perlindungan tidak hanya untuk non-ASN. Bisa juga untuk perangkat dersa, ketua kelompok usaha mikro, kelompok nelayan dan lainnya. Adapun. masyarakat pesisir yang bisa bergabung sebagai peserta bukan penerima upah (PBU).

“Bagi masyarakat yang bekerja informal bisa tergabung PBU dengan iuran sebesar Rp16.800. Apabila terjadi kecelakaan maka tetap mendapat santunan kerja, biaya rumah sakit dan jaminan kecelakaan kerja minimal Rp48 juta. Apabila meninggal dunia akan mendapat santunan Rp42 juta. Jadi banyak manfaat yang dirasakan dengan ikut menjadi peserta jaminan sosial,” pungkasnya.

Kepala Kantor Cabang (Kacab) BPJAMSOSTEK Kabupaten Tangerang Maulana Zulfikar menjelaskan, santunan tersebut merupakan tanggungjawab pihaknya kepada seluruh peserta BPJAMSOSTEK. Pihaknya menjamin akan memenuhi hak setiap peserta sesuai aturan yang berlaku.

“Sudah menjadi kewajiban kami untuk memenuhi hak peserta ataupun ahli warisnya. Semoga santunan ini bisa meringankan beban dan bermanfaat bagi keluarga yang ditinggalkan,” jelasnya.

Ia mengimbau, seluruh masyarakat pekerja untuk mendaftarkan diri sebagai peserta BPJamsostek agar memperoleh jaminan perlindungan sosial dari berbagai resiko kerja di lapangan.

Sementara itu, Camat Pakuhaji Asmawi mendukung sosialisasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan untuk perangkat desa, organisasi masyarakat (Ormas) dan organisasi kepemudaan (OKP).

“Banyak keuntungan ketika terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Antara lain, adanya jaminan pelayanan kesehatan. Bahkan ada uang jaminan kematian. Contohnya, 2 keluarga dari anak buah saya yang meninggal dunia, masing-masing menerima uang mencapai Rp42 juta,” pungkasnya.(sep/zky/din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here