Home TANGERANG HUB Dahulu Kampung Kumuh, Kini Jadi Objek Penelitian Mahasiswa

Dahulu Kampung Kumuh, Kini Jadi Objek Penelitian Mahasiswa

0
SHARE
Dahulu Kampung Kumuh, Kini Jadi Objek Penelitian Mahasiswa
LAYAK DIKUNJUNGI: Lingkungan RW 08 Kelurahan Cimone, Kecamatan Karawaci, tampak asri dan banyak dikunjungi wisatawan. FOTO: Randy Yastiawan/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Keberhasilan pembangunan tergantung peran masyarakat. Peran pemerintah juga punya andil dalam memotivasi warganya terlibat. Seperti di lingkungan RW 02 dan RW 08 Kelurahan Cimone, Kecamatan Karawaci.

Laporan : Randy Yasetiawan

Dua wilayah RW tersebut kini sudah berubah. Dahulu bisa dikatakan kumuh. Berkat kerja keras warga mengubah lingkungan menjadi lebih baik kini sudah jadi kampung tematik. Bahkan menjuarai lomba RW inovatif yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang beberapa waktu lalu.

Karena kegigihan ketua RW untuk mengubah wilayahnya menjadi indah dipandang dan menjadi tempat wisata bagi warga yang datang ke Kota Tangerang.

Untuk RW 08 terletak di sebuah komplek perumahan, tetapi dengan semangat Benhur, Ketua RW komplek tersebut kini mempunyai taman baca yang bisa digunakan masyarakat.

Untuk RW 02, dengan kegigihan Dadan Selaku ketua RW mengubah kampung yang kumuh menjadi sebuah kampung yang banyak dikunjungi orang lain untuk wisata dan juga untuk penelitian mahasiswa.

Lurah Cimone Ade Fitri mengatatakan, perubahan dua wilayah tersebut bukan waktu yang sebentar, melainkan memakan waktu yang cukup lama. Tetapi, yang paling lama RW 02 karena mengubah kampung kumuh menjadi Kampung tematik.

“Kalau RW 02 itu komplek, mengubah lahan fasos fasum menjadi sebuah taman baca yang bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar. Bahkan, sekitar taman baca juga ditata dengan rapi dan indah membuat masyarakat yang baca bisa berlama-lama,”ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres di Kantor Kelurahan Cimone, Rabu (7/4).

Ade menambahkan, kalau RW 02 memang sangat lama mengubahnya. Bahkan, awal-awal ketua RW setempat mengajak masyarakat untuk kerja bakti bersama.
Dari situ, masyarakat yang tahu bersama-sama mulai merapihkan lingkungannya dengan menata setiap sudut kampung.

“Awalnya kumuh, setelah membuat program akhirnya masyarakat di RW 02 bersama membangun Kampung tersebut hingga seperti saat ini,”paparnya.

Ia menjelaskan, kampung tersebut diberikan nama kampung hidroponik karena banyak sekali tanaman hidroponik yang dikembangkan masyarakat setempat untuk bercocok tanam tanpa media lahan untuk menanam.

“Mereka punya hidroponik, jika panen mereka jual. Dan mereka juga mempunyai ketahanan pangan yang dilakukan sebelum adanya pandemi Covid-19,”ungkapnya.

Ade menuturkan, ini banyak dikunjungi mahasiswa dari UI, Trisakti dan mahasiswa lainnya. Mereka datang, untuk penelitian untuk tugas mereka. Maka itu, tidak jarang banyak mahasiswa yang melakukan penelitian di kampung Hidroponik.

“Tidak hanya mahasiswa, perusahaan swasta dan dari grup PLN juga datang untuk bermalam melakukan penelitian mengenai isi dari kampung yang awalnya kumuh menjadi tempat yang menarik,”tutupnya (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here