Home TANGERANG HUB Jelang Ramadan Bahan Pokok Naik

Jelang Ramadan Bahan Pokok Naik

0
SHARE
Jelang Ramadan Bahan Pokok Naik
SEMBAKO: Harga sembako maupun bumbu dapur di Pasar Gudang Tigaraksa menjelang Ramadhan masih mengalami kenaikan, Rabu (7/4). FOTO: Dok. Tangerang Ekspres

TIGARAKSA – Kenaikan sejumlah harga bumbu dapur di pasar tradisional di Kabupaten Tangerang jelang puasa. Data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menunjukan kenaikan sejumlah bumbur dapur terhitung sejak pekan keempat Maret.

Kepala Seksi (Kasi) Bahan Pokok dan Logistik (Bapoklog) Disperindag Kabupaten Tangerang Ahmad Apid mengatakan, kenaikan harga sembilan bahan pokok (Sembako) diprediksi bakal meningkat H-1 jelang puasa. Sebab, faktor permintaan dari warga yang meningkat.

“Kemungkinan harga akan mengalami kenaikan sehari menjelang Ramadhan. Untuk harga sekarang masih di bawah normal dan termasuknya harga yang sekarang masih sama dengan yang kemarin,” katanya kepada Tangerang Ekspres melalui sambungan seluler, Rabu (7/4).

Data dari Disperindag menunjukan pada 5 April harga bawang merah dan putih dijual melebihi dari normal. Seharunya Rp25 ribu per kilogram namun untuk bawang putih di jual Rp35 ribu per kilogram dan bawang merah Rp40 ribu per kilogram.

Kenaikan harga bawang merah dan putih terhitung fluktuatif namun masih di atas harga normal Rp25 ribu per kilogram. Data sembako di 8 Maret menunjukan bawang merah dijual Rp25 ribu sampai 35 ribu per kilogram. Sedangkan bawang putih dipatok mulai Rp30 ribu sampai Rp45 ribu per kilogram. Harga normal keduanya menurut data Disperindag tercatat Rp25 ribu per kilogram.

Masih dalam data, pada 25 Maret harga bawang putih di jual Rp28 ribu sampai Rp35 ribu per kilogram. Sedangkan, bawang merah dipatok Rp30 ribu sampai Rp40 ribu per kilogram.

Tidak hanya bumbu dapur, kenaikan juga terjadi pada harga Ayam Ras atau boiler yang bertengger di Rp35 ribu sampai Rp37 ribu per kilogram. Meski begitu, harga jual ayam tersebut masih di bawah normal menurut data Disperindag yakni Rp45 ribu per kilogram.

“Harga-harga tersebut kalau di lihat dari harga normal ada yg dibawah dan di atas. Fenomena harga tersebut memang sudah lama, harga normalnya harusnya sudah dirubah,” pungkas Apid.

Kenaikan harga bawang dirasakan Amalia (35) ibu rumah tangga di Kecamatan Tigaraksa yang harus menghemat pengeluaran harian untuk kebutuhan dapur. “Berat (naik harga -red). Karena sekarang kan semua pendapatan juga menurun di masa pandemi. Memang tidak membeli kiloan tetapi kan lumayan kenaikannya,” paparnya. (sep/din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here