Home TANGERANG HUB PKS Datangi KPU Minta Pemilu Transparan

PKS Datangi KPU Minta Pemilu Transparan

0
SHARE
Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tangerang, Arief Wibowo memberikan cinderamata kepada Ketua KPU Kota Tangerang, Ahmad Syailendra.

KOTA TANGERANG – Di tengah sorotan pembahasan revisi Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu), kesiapan penyelenggara dan pengawas Pemilu menjadi perhatian publik dan partai politik. Hal itu diungkapkan Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tangerang, Arief Wibowo saat menyambangi Kantor KPU Kota Tangerang belum lama ini.

Arief mengatakan, pelaksanaan Pemilu mendatang harus berkaca pada pengalaman Pemilu serentak tahun 2019 lalu. Saat itu, data KPU dan Bawaslu mencatat ada lebih dari 400 orang dari penyelenggara dan pengawas yang meninggal dunia dan lebih dari 3.000 orang jatuh sakit. Selain itu juga terdata sekitar 22 anggota kepolisian yang meninggal dunia akibat bertugas. Penyebab kematian itu mayoritas akibat serangan jantung. Rentetan panjang dan kecapekan saat proses pelaksanaan pesta rakyat tersebut. Itu yang menjadi pemicunya.

“Pengalaman pemilu 2019 yang menggabungkan pileg dan pilpres dalam satu satuan waktu itu sudah memakan korban ratusan jiwa. Kejadian itu jangan sampai terulang kembali. Kesiapan penyelenggara dan pengawas harus lebih diperhatikan,” ungkap Arief.

Arief memaparkan, pelaksanaan Pilkada, Pileg maupun Pilpres, jika dilaksanakan secara serentak pada tahun 2024. Pihaknya menyebut proses demokrasi menjadi tidak manusiawi bagi penyelenggara pemilu, dimana beban kerja yang terlalu berat seperti pada pelaksanaan pemilu di Tahun 2019 lalu yang akhirnya banyak merenggut korban jiwa lantaran kecapekan. Karena secara moril dapat mencederai proses demokrasi itu sendiri.

Menurutnya, beban terbesar pemilu pada 2019 lalu itu berada di tingkat pelaksana paling bawah. Perhitungan suara di TPS yang umum dituntaskan hingga dini hari.

“Kita tidak mau seperti kejadian Pileg Tahun 2019 lalu, banyak petugas penyelenggara meninggal dunia. Mungkin karena kecapekan.

Arief menuturkan, sejatinya PKS dan KPU adalah mitra strategis untuk mewujudkan pemilu yang berintegritas, transparan dan manusiawi. Oleh karena itu, PKS bersinergi mendorong terwujudnya normalisasi pilkada, yakni pemilihan kepala daerah (Pilkada) dilaksanakan pada Tahun 2022 dan 2023 sementara pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan Presiden Pilpres dilaksanakan Tahun 2024.

“PKS baik tingkat pusat maupun daerah Pilkada dan pemilu dilaksanakan secara terpisah,” tandasnya.

Sementara, Ketua KPU Kota Tangerang, Ahmad Syailendra mengapresiasi komitmen PKS dalam mengawal proses pemilu serta membangun kesepahaman dalam membangun sinergi mengawal proses demokrasi di Kota Tangerang. Menurutnya PKS dan partai politik lainnya adalah mitra, dan KPU tetap bersinergi dengan parpol untuk mewujudkan pemilu yang berintegritas, transparan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas silaturahim yang telah terbina dengan sangat baik,” ujarnya.(raf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here