Home TANGERANG HUB RT Zona Merah, Dilarang Tarawih di Masjid

RT Zona Merah, Dilarang Tarawih di Masjid

73
0
SHARE

CIPUTAT-Ramadan kali ini, umat Islam boleh melaksanakan salat tarawih di masjid. Kementerian Agama (Kemenag) telah menerbitkan Surat EdaranNo.03 tahun 2021 tentang panduan ibadah Ramadan 2021.

Masjid dan musala dapat menggelar salat tarawih dengan jumlah jamaah 50 persen dari kapasitas ruangan. Jamaah juga wajib menerapkan protokol kesehatan (prokes), menggunakan masker dan membawa alat ibadah masing-masing.

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengaku, kemungkinan akan melakukan hal yang sama dengan pedoman dari Kementerian Agama. “Saya ingin ibadah di bulan Ramadan tidak membuat kasus Covid-19 meluas,” ujarnya.

Pak Ben (panggilan Benyamin Davnie) mengarisbawahi pentingnya penerapan prokes yang harus ditaati pengelola masjid dan musala serta jamaahnya. “Diperbolehkan, dengan catatan 50 persen dari kapasitas, jaga jarak dan tetap protokol kesehatan di terapkan,” jelasnya.

Pemkot akan melarang pelaksanaan salat tarawih di masjid dan musala jika lingkungan RT-nya masuk dalam zona merah. “Jika ada RT yang masih zona merah Covid-19, Pemkot Tangsel akan mengimbau agar warganya melaksanakan ibadah di rumah,” ungkapnya.

Kepala Kantor Kemenag Kota Tangsel Abdul Rojak mengatakan, setiap masjid dan musala harus membentuk satgas Covid-19 untuk memastikan penerapan prokes.

“Sesuai Surat Edaran Kementerian Agama tarawih boleh. Asalkan tidak lebih dari 50 persen. Dibentuk satgas di tingkat masjid. Jamaah bawa sajadah sendiri, jaga jarak. Lansia gak boleh ke masjid,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Rabu (7/4).

Rojak menambahkan, ceramah agama maksimal hanya 15 menit. Nuzulul quran dibolehkan tapi, tidak boleh lebih 50 persen. Alasan Kemenag membolehkan tarawih di luar rumah karena situasi pandemi Covid-19 mulai terkendali, tidak seperti tahun sebelumnya.

“Lantaran penyebaran Covid sudah terkendali dan tidak seperti tahun dulu. Jadi tetap kegiatan masyarakat, ekonomi, pendidikan supaya move on,” jelasnya.

Menurutnya, satgas Covid-19 dari Pemkot Tangsel dan Kemenag juga akan mengawasi jalannya ibadah tarawih di masjid pada Ramadan mendatang. Kemenag akan menerjunkan seluruh anggota Kantor Urusan Agama (KUA) dari penghulu sampai penyuluh agama Islam.

“Nantinya dari tim gugus tugas Covid-19 akan melakukan pengawasan monitoring, antara pemkot, kemenag, camat dan KUA,” ungkapnya.

Pria yang juga menjabat Sekretaris MUI Kota Tangsel ini mengungkapkan, ada 675 masjid di Kota Tangsel yang akan melaksanakan ibadah tarawih. “Kita punya organisasi sampai ke tingkat kelurahan. Ada penyuluh agama Islam, ada penghulu, kepala KUA. Jadi mereka bisa mengawasi,” katanya.

Rojak mengungkapkan, jumlah penyuluh agama Islam di Kota Tangsel hanya 58 orang. Mereka juga akan mensosialisasi SE Menteri Agama. Selebihnya, pengawasan juga akan dibantu dari internal masjid.

“Nanti dari masing-masing masjid akan dibentuk gugus tugas Covid-19, sesuai SE Menteri Agama jadi pengawas dari internal dulu,” tuturnya.(bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here