Home TANGERANG HUB Salah Cetak Waktu Kedaluwarsa, Produsen Permen Anak Disanksi

Salah Cetak Waktu Kedaluwarsa, Produsen Permen Anak Disanksi

0
SHARE
Salah Cetak Waktu Kedaluwarsa, Produsen Permen Anak Disanksi
HEARING: Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang hearing bersama Loka POM Tangerang dan warga membahas kasus salah cetak tanggal kedaluwarsa pada kemasan permen. FOTO: Dok. Tangerang Ekspres

TIGARAKSA — Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kabupaten Tangerang akui sudah memeriksa dokumen kasus dugaan salah cetak tanggal kedaluwarsa permen. Pengakuan warga, pada bungkus permen anak-anak dituliskan ada dua tanggal kedaluwarsa. Pertama, 8 Oktober 2021 dan kedua yang ditutupi tinta hitam tertulis 20 April 2020.

Kepala Loka POM Kabupaten Tangerang Wydia Savitri mengatakan, sudah melakukan pemeriksaan ke sarana produksi termasuk seluruh dokumen. Ia menuturkan, temuan pencantuman tanggal kedaluwarsa pada kemasan sebelum dicetak merupakan kesalahan atau kelalaian produsen.

“Mereka (produsen) tidak menerapkan cara produksi pangan olahan yang baik n berdampak meresahkan masyarakat. Dan sudah kami tindaklanjuti sesuai pedoman dan aturan yang berlaku. Kami berikan sanksi administrasi berupa peringatan dan telah diminta untuk menarik produk dengan kemasan tersebut (salah cetak tanggal kedaluwarsa -red) dari peredaran,” paparnya kepada Tangerang Ekspres saat dikonfirmasi, Rabu (7/4).

Ia menegaskan, tuduhan fisik permen yang sudah lembek tidak memiliki bukti. Sebab, lembaga yang dipimpinnya juga memiliki bukti fisik permen. “Mohon jangan dibuat tambah resah masyarakat. Kemarin (hearing -red) sudah dijelaskan bahwa sudah diuji produk di laboratorium dan hasilnya masih memenuhi syarat,” tegasnya.

Ia menjelaskan, apabila fisik permen yang salah cetak tanggal kedaluwarsa ditemukan rusak di pedagang tidak bisa serta merta menyalahkan produsen. “Harus diinvestigasi mulai dari hulu ke hilir. Bahkan sampai di penjual, bagaimana penyimpanannya, sesuai atau tidak. Termasuk didistributornya, juga di produsen. Jadi panjang rantainya yang harus dicek,” paparnya.

Saat ini, ia menunggu surat resmi dari DPRD Kabupaten Tangerang untuk memberikan dokumen hasil investigasi. “Kami menunggu surat resmi dariĀ  DPRD sebagai dasar kami sebagai instansi pemerintah untuk menjawab dan memberikan data,” pungkasnya.

Sementara, Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang Deden Umardani mengatakan, menunggu dokumen hasil pemeriksaan laboratorium pada produk permen yang bungkusnya tercetak salah tanggal kedaluwarsa. “Apakah keterangan makanan tersebut masih belum kedaluwarsa berdasarkan uji laboratorium. Kita memang sedang meminta dokumen pemeriksaan Loka POM. Mulai dari dokumen sanksi, berita acara penyelesaian sanksi dan hasil pemeriksaan,” paparnya. (sep/din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here