Home TANGERANG HUB Kantor KONI Tangsel Digeledah

Kantor KONI Tangsel Digeledah

0
SHARE
GELEDAH:Penyidik Kejaksanaan Negeri Kota Tangsel menggeledah kantor Sekretariat KONI Kota Tangsel di Jalan Permai VI blok AX7 No. 19 Pamulang, Kamis (8/4). Penggeledahan dilakukan terkait dugaan korupsi dana hibah KONI tahu anggaran 2019 sebesar Rp 7,8 miliar. FOTO: Tri Budi/Tangerang Ekspres

SERPONG-Tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Kota Tangsel tinggal menunggu waktu. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangsel sudah menaikkan status, dari penyelidikan ke penyidikan. Langkah awal, Kamis (8/4) kejari menggeledah kantor Sekretariat KONI Kota Tangsel di Jalan Permai VI blok AX7 No. 19 Pamulang.

Penggeledahan dimulai pukul 11.45 WIB sampai pukul 16.30 WIB. Pengeledahan tersebut sehubungan dengan penyidikan dugaan korupsi dana hibah KONI Kota Tangsel 2019 sebesar Rp 7,8 miliar. Dalam penggeledahan tersebut, tim penyidik menyita dokumen sekitar 130 eksemplar. Dokumen mulai dari surat pertanggungjawaban (SPJ), kuitansi, bukti bayar, dan satu unit komputer.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Tangsel Ryan Anugrah mengatakan, penggeledahan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Tangsel Nomor : PRINT-610/M.6.16/Fd.1/03/2021 tanggal 01 Maret 2021. “Dasar penggeledahan adalah Surat Perintah Penggeledahan Nomor : 934/m.6.16/fd.1/03/2021 tanggal 22 Maret 2021 dan Penetapan Izin Penggeledahan Pengadilan Negeri Tangerang Nomor : 14/Pen.Pid.Ijin.Geledah/2021/PN.Tng. tanggal 05 April 2021,” ujarnya saat konferensi pers, Kamis (8/4).

Ryan menambahkan, penggeledahan disaksikan oleh dua orang tenaga keamanan kompleks Pamulang Permai dan beberapa pejabat KONI Kota Tangsel yang sedang berada di sekretariat. Dalam penggeledahan tersebut, tim penyidik menyita bukti-bukti dokumen sekitar 130. “Barang-barang yang didapatkan dari penggeledahan ini dilakukan penyitaan untuk kepentingan pembuktian dalam penyidikan dugaan penyalahgunaan dana hibah KONI Kota Tangsel 2019,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kota Tangsel Ate Quesyini Ilyas mengatakan, indikasi kerugian negara dalam kasus dugaan penyalahgunaan dana hibah KONI Kota Tangsel 2019 saat ini masih dalm proses perhitungan. “Kita minta bantuan dari Inspektorat Kota Tangsel untuk menghitungnya,” ujarnya.

Ate menambahkan, dugaan penyelewengan penyalahgunaan dana hibah KONI Kota Tangsel 2019 sendiri adalah kegiatan yang dilakukan. Tapi, pertanggungjawabanya fiktif. Kita juga masih mencari kegiatan lain apakah ada pemotongan. Tinggal kita tentukan nanti berapa kerugian negara. Sekarang belum bisa disampaikan, namun anggaran KONI 2019 sekitar Rp 7,8 miliar,” jelasnya.

Masih menurutnya, dari hasil penggeledahan mendapat bukti petunjuk baru, yakni ada beberapa hasil data yang diperoleh dan mungkin ada tempat-tempat lain yang akan digeledah untuk melengkapi bukti-bukti yang cari. Sedangkan untuk tersangkanya, penyidik belum bisa menentukan. Karena masih melakukan penyelidikan umum. Nanti setelah hasil hasil ekspos dan hasil bukti-bukti yang ditemukan baru kita tentukan siapa tersangkanya,” ungkapnya. “Sampai saat ini ada 110 saksi yang kita periksa, mulai dari pengurus cabang olahraga (cabor), pengurus KONI, pemberi hibah dan saksi dari daerah kunjungan,” ungkapnya.

Ate menuturkan, dari Rp 7,8 miliar hibah tahun anggaran 2019, yang diduga fiktif berdasarkan hitungan kasar kerugian negara sekitar Rp 700 juta dari 19 kegiatan. Yakni perjalanan dinas ke Jawa Barat dua kali dan Batam satu kali. Di mana yang ikut dalam perjalanan dinas adalah pengurus dan staf KONI. “Mantan Sekda Muhamad juga sudah kita periksa sebagai ketua PSSI. Karena, dia ketua cabor PSSI. Artinya, hibah ini ada pemberi dan penerima, artinya kita lihat dari urutannya, bagaimana pemberi dan bagaimana penerima hibah,” tuturnya.

“Kedepan kita akan lakukan penyidikan khusus, dan siapa-siapa tersangkanya setelah gelar perkara dilakukan,” ungkapnya. Di tempat yang sama, Kepala Sub Seksi Penyidikan Kejari Kota Tangsel Andi Muhammad Nur Indramahavira mengatakan, terkait kronologis singkatnya kasus yang ditangani adalah dugaan awal memang ada penggunaan dana hibah KONI yang tidak sesuai dengan peruntukannya. “Kantor KONI kita geledah karena dokumen yang diterima saat pemanggilan saksi berupa dokumen foto kopi, jadi kita mencari dokumen aslinya. Beberapa ketemu dan sebagian belum ketemu. Bentuk dokumennya laporan penggunaan dan hibah,” singkatnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here