Home TANGERANG HUB Pemkot Bolehkan Salat Tarawih, Asalkan dengan Prokes Ketat

Pemkot Bolehkan Salat Tarawih, Asalkan dengan Prokes Ketat

0
SHARE
Pemkot Bolehkan Salat Tarawih >> Asalkan dengan Prokes Ketat
PROTOKOL KESEHATAN: Jamaah Masjid Raya Al Azhom menerapkan protokol kesehatan dengan jaga jarak antarjamaah saat melaksanakan salat. FOTO: Dok. Tangerang Ekspres

TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengeluarkan panduan ibadah ramadan di masa pandemi Covid-19.

Dalam panduan tersebut disebutkan salat tarawih dan salat Idul Fitri boleh dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Jumlah rakaat dapat disesuaikan dengan kebiasaan yang dilakukan oleh setiap masjid atau musala. Pengurus masjid atau musala, dapat mengatur kapasitas jamaah 50 persen dari kapasitas masjid atau musala dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,”ujar Walikota Arief R Wismansyah saat ditemui Tangerang Ekspres di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (8/4).

Arief menambahkan, pengurus masjid atau musala, wajib membentuk satgas Covid-19 yang bertanggungjawab dan memastikan protokol kesehatan berjalan dengan baik.

“Satgas dapat menginformasikan kepada jamaah bahwa tempat ibadah selalu dilakukan penyemprotan disinfektan, menyediakan sarana tempat cuci tangan di pintu masuk masjid. Jamaah agar dapat membawa sajadah dan mukena masing-masing serta harus memakai masker dan menjaga jarak,”paparnya.

Ia menjelaskan, kegiatan buka puasa bersama dapat dilaksanakan sepanjang mematuhi jumlah kehadiran 50 persen dari kapasitas ruangan dan mematuhi protokol kesehatan yang ketat serta harus mendapatkan izin dari satgas Covid-19.

“Untuk sahur on the road, takbir keliling dan kegiatan berkerumun lainnya tidak diperbolehkan. Karena akan menyebabkan kerumunan, hal tersebut masih adanya virus corona di Kota Tangerang,”ungkapnya.

Arief menuturkan, pelaksanaan salat Idul Fitri, boleh dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat dan pengurus dapat membentuk satgas Covid-19.

“Salat Idul Fitri boleh dilaksanakan dengan prokes yang ketat, tapi jika perkembangan Covid-19 mendapat peningkatan maka Shalat Idul Fitri dapat ditiadakan,”tuturnya.(ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here