Home TANGERANG HUB Satpol PP Bongkar Tembok Penghalang Jalan

Satpol PP Bongkar Tembok Penghalang Jalan

0
SHARE
Satpol PP Bongkar Tembok Penghalang Jalan
Satpol PP Kota Tangerang bersama TNI dan polisi membongkar tembok pembatas jalan di Jalan Kemuliaan, Kelurahan Cipondoh, Kecamatan Cipondoh, Rabu (7/4) dini hari.

TANGERANG- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama, polisi dan TNI membongkar tembok yang dibangun di tengah Jalan Kemuliaan, Kelurahan Cipondoh, Kecamatan Cipondoh. Tembok tersebut dibangun Edi Suryanta yang mengklaim sebagai ahli waris yang memiliki lahan tersebut.

Pembongkaran tersebut dilakukan pada pukul 00.00 WIB. Hal tersebut dilakukan karena tidak ada tanggapan dari Edi dan keluarga untuk membongkar tembok sepanjang 4 meter dengan tinggi setengah meter.

Kasatpol PP Kota Tangerang Agus Hendra mengatakan, pihaknya melakukan pembongkaran karena bangunan itu dinilai mengganggu ketenteraman masyarakat. Hal ini mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) No 8 Tahun 2012 tentang ketertiban umum.

“Melakukan penertiban terkait bangunan yang didirikan di atas ruang jalan. Ini melanggar Perda No 8 tahun 2012 tentang ketertiban umum. Setiap orang dilarang mendirikan bangunan di atas ruang jalan,”ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres di lokasi pembongkaran, Rabu (7/4).

Agus menambahkan, akan melakukan pengawasan. Untuk mencegah terjadinya pembangunan kembali. Karena menurut informasi pihak keluarga akan kembali membangun karena masih mengklaim jalan tersebut sebagai lahan milik keluarganya.

“Teman-teman wilayah akan melakukan pengawasan. Karena akan didirikan kembali. Mudahan-mudahan besok (hari ini) tidak ada pembangunan tembok oleh pihak mereka,”paparnya.

Ia menjelaskan, selama proses pembongkaran dari pihak ahli waris tidak melakukan perlawanan. Bahkan, sudah di komunikasikan agar dibongkar sendiri. Tetapi tidak ada respons dari pihak keluarga.

“Sampai saat ini tidak ada yang melawan. Kita sudah ingatkan untuk membongkar sendiri. Karena tidak ada respons maka anggota kami yang membongkar tembok itu,”ungkapnya.

Sementara itu Edi Suryanta anak dari ahli waris Sidi Dingdik atau H Nisan menuturkan, lahan yang luasnya hampir 17.000 meter persegei itu merupakan tanah milik keluarga besarnya. Lahan yang menjadi jalan itu, diklaim bagian dari tanah seluas 17.000 meter persegi itu. Ia mengaku belum pernah menjual lahan itu kepada siapapun. Maka itu pihak keluarga meminta hak dari tanah ini.

“Hak tanah seluas 17.000 meter, masih menjadi milik keluarga besar yang hingga saat ini belum dibayar oleh pihak gudang. Karena itu, kita sebagai ahli waris tidak memperjualbelikan tanah ini,”tutupnya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here