Home TANGERANG HUB Tenggak Alkohol 2 Warga Tewas

Tenggak Alkohol 2 Warga Tewas

77
0
SHARE

BALARAJA-Dua warga Balarja berinisial AA dan T tewas usai menenggak alkohol murni. Dua orang lagi yang ikut pesta minuman keras (miras) kritis di RSUD Balaraja. Tim Reskrim Polsek Balaraja bergerak cepat melakukan penyelidikan. Terungkap, para korban mendapatkan alkohol tersebut dengan cara membeli via online.

Tak butuh waktu lama, polisi mendeteksi penjualnya. Diketahui, pria berinisial AR (43) warga Desa Parahu, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, sebagai penjualnya. Sabtu (10/4), AR dibekuk di rumahnya.

“Tersangka menjual miras yang tidak terdaftar dan tanpa izin edar. Tersangka menjual melalui online dengan sistem COD atau cash on delivery, bayar di tempat,” kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro, Minggu (11/4).

Wahyu menjelaskan, pada Sabtu (10/4) sekira pukul 19.00 WIB, petugas mendapat informasi adanya dua orang meninggal dunia akibat meminum alkohol murni. Setelah dilakukan penyelidikan, diketahui dua orang yang meninggal dunia itu memesan alkohol murni dari tersangka AR.

“Akibat menenggak alkohol yang dibeli dari tersangka AR, dua orang tewas dan dua orang dalam kondisi kritis dan masih menjalani perawatan di RSUD Balaraja,” terang Wahyu.

Tim Unit Reskrim Polsek Balaraja pun bergerak mengusut kasus itu. Tim kemudian memperoleh informasi bahwa korban meninggal dunia dan kritis menenggak alkohol jenis sake yang dibeli dari tersangka AR. Polisi pun langsung bergerak meringkus tersangka AR.

“Saat dilakukan penggeledahan di rumah AR, ditemukan 12 botol alkohol yang disimpan dalam kemasan botol air mineral bekas,” tutur Wahyu.

Kepada polisi, tersangka AR mengaku menjual alkohol sake itu seharga Rp50 ribu per botol ukuran 1,5 liter dan seharga Rp20 ribu per botol ukuran 600 mililiter. Tersangka AR juga mengaku mendapatkan alkohol itu di tempatnya bekerja yakni di perusahaan yang memproduksi bahan kimia.

Dari kasus itu, petugas mengamankan barang bukti berupa 7 botol minuman alkohol ukuran 15 liter, 5 botol minuman alkohol ukuran 600 mililiter, 1 unit telepon genggam, dan uang yang diduga hasil penjualan. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dan/atau Pasal 204 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Wahyu menambahkan, tersangka AR juga bakal dijerat dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen karena tersangka menjual-belikan barang tanpa izin edar.

“Penjualan miras lewat online agar diwaspadai. Masyarakat harus lebih waspada dan berhati-hati membeli minuman yang tidak terdaftar BPOM apalagi dengan sistem COD,” tandas Wahyu. (sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here