Home TANGERANG HUB DKM Masjid Al-Azom Hanya Menyediakan Takjil

DKM Masjid Al-Azom Hanya Menyediakan Takjil

0
SHARE
DKM Masjid Al-Azom Hanya Menyediakan Takjil
Wakil Walikota Tangerang Sachrudin (kiri) saat mengecek kesiapan DKM Al-Azom menerapkan prokes pelaksanaan salah tarawih, Senin (12/4) siang.

KOTA TANGERANG-Selama Ramadan, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Azhom Kota Tangerang memutuskan tidak akan menyelenggarakan buka puasa bersama. Hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi kerumunan. Karena masih adanya pandemi virus Corona. Sebelum terjadi pandemi, DKM Masjid Al-Azhom selama Ramadan selalu menyiapkan makanan berbuka puasa bagi jamaah yang datang. Dengan adanya larangan berkerumun, tidak menyiapkan menu berbuka puasa.

Ketua Harian DKM Al-Azhom Chaerudin mengatakan hanya akan menyediakan takjil berupa kurma kepada umat muslim di Masjid Al-Azhom.

“Untuk buka puasa kami hanya menyediakan takjil buat batalin puasa saja. Kalau makanan berat ditiadakan, khawatir adanya kerumunan dan aturannya tidak boleh ada kerumunan,”ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres di Masjid Al-Azhom, Senin (12/4).

Chaerudin menambahkan, DKM Al-Azhom juga tidak menyediakan santapan untuk sahur. Pihaknya mengizinkan jamaah membawa makan dan melakukan sahur di area masjid dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).

“Biasanya kami menyediakan buat jamaah untuk sahur, tapi tahun ini tidak. Jadi, yang mau sahur di sini harus bawa dari rumah,”paparnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Tangerang Sachrudin kemarin, mengecek kesiapan DKM menyelenggarakan salat tarwih. Ia ingin memastikan prokes dijalankan tanpa mengurangi kenyamanan jamaah saat salat tarawih.

“Persiapannya sudah baik, mulai dari tempat mencuci tangan, pengecekan suhu dan tanda jarak antara jamaah yang lain ada semua. Nanti ada Satgas Covid-19 yang memantau untuk memastikan protokol kesehatan berjalan dengan benar,”ungkapnya.

Ia menjelaskan, bahwa kapasitas masjid Al-Azom kali ini hanya diperbolehkan untuk 1000 jamaah demi menjaga keamanan dan kenyamanan beribadah.

“Maksimal seribu jamaah tarawih, dan kultum ditiadakan agar proses salatnya bisa cepat dilaksanakan,”katanya.

Sachrudin juga menyampaikan, pelaksanaan salat tarawih bisa dilakukan di rumah masing-masing apabila memungkinkan dilakukan bersama keluarga. Karena, saat ini pandemi masih ada dan harus tetap waspada agar tidak tertular.

“Kalau memungkinkan, masyarakat bisa melakukan tarawih di rumah bersama keluarga. Karena di masjid pun dilakukan pembatasan kapasitas jamaah,”tutupnya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here