Home NASIONAL Jangan Bawa Anak Tarawih di Masjid

Jangan Bawa Anak Tarawih di Masjid

0
SHARE
FOTO: Net

JAKARTA-Masih adanya pergerakan manusia membuat pengendalian Covid-19 terkendala. Salah satu yang digunakan untuk antisipasi adalah dengan vaksinasi Covid-19. Selain vaksinasi, protokol kesehatan juga tetap harus dijalankan saat ibadah. Kementerian Agama sudah mengeluarkan SE No.3/2021 tentang panduan ibadah saat pandemi.

“Kemenkes juga punya panduan protokol kesehatan di tempat ibadah,” ucap Juru Bicara Kemenkes terkait vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi kemarin (12/4). Dalam aturan tersebut selain kapasitas masjid dan jaga jarak, juga diatur terkait larangan anak di bawah 10 tahun untuk diajak tarawih ke masjid. Kementerian Kesehatan menyarankan agar orang tua sebaiknya tidak mengajak anak di bawah usia 10 tahun untuk ikut salat berjamaah atau ibadah tadarus Alquran di masjid.

“Kami mengimbau masyarakat tidak perlu membawa anak berusia di bawah 10 tahun untuk melakukan salat tarawih bersama. Dipastikan dahulu, anak tersebut sudah dapat duduk dan mengikuti rangkaian dari ibadah tarawih maupun tadarus,” papar Nadia Tarmizi, M.Epid., dalam koferensi pers virtual, Senin (12/4).

Imbauan itu penting disampaikan, menurut Siti, demi menjaga anak-anak dari risiko tertular atau menularkan virus Corona. Ia mengingatkan masjid harus melakukan desinfeksi secara teratur setiap hari untuk kebersihan serta upaya pencegahan. Apabila tidak memungkinkan untuk beribadah di masjid, diimbau untuk menghindari kerumunan dan diharapkan bisa melakukan ibadah bersama keluarga di rumah. Menurut Nadia, saat di masjid anak-anak biasanya lebih banyak bermain dengan teman-temanya, ketimbang mengikuti poses ibadah tarawih. “Rentan tertular dan menularkan orang lain apabila tak diawasi. Jadi, dipastikan mereka tetap tenang dan dalam pengawasan orang tua selama proses ibadah,” lanjutnya.

Meski memasuki bulan puasa, Kemenkes berencana untuk tetap melakukan vaksinasi. Nadia menjelaskan bahwa meski mudik telah dilarang, pergerakan masyarakat meningkat pada beberapa waktu belakangan. Adanya pergerakan ini dikhawatirkan akan adanya peningkatan kasus Covid-19. “Vaksinasi lansia menjadi salah satu cara untuk mengantisipasi,” ujarnya. Lalu bagaimana vaksinasi saat puasa? Nadia menjelaskan merujuk surat eedaran (SE) 13/2021 yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), maka vaksinasi tetap dilanjutkan. Dalam SE tersebut, MUI berfatwa bahwa vaksinasi Covid-19 tidak membatalkan puasa. “Vaksinasi dilakukan siang hari atau malam hari asal tidak mengganggu ibadah,” bebernya.

Untuk vaksinasi pada malam hari, Nadia mengatakan akan berkoordinasi dengam pengurus masjid dan puskesmas. Ini untuk menjadwalkan vaksinasi setelah berbuka.
Nadia menyarankan bagi yang hendak vaksin tetap harus menjaga kondisi tubuh. Artinya perlu istirahat cukup dan makan yang bergizi seimbang saat sahur. Lalu perlu cukup minum.

“Kami himbau masyarakat tidak memilih vaksin,” kata Nadia. Selama ini ada masyarakat yang memilih vaksin tertentu. Menurut Nadia, vaksin yang terbaik adalah yang sedang tersedia. “Sinovax dan AstraZenec sudah dapat sertifikat WHO,” ungkapnya. Selain itu BPOM pun telah melakukan pengkajian. (jpg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here