Home TANGERANG HUB ‘Sake’ Renggut Tiga Nyawa

‘Sake’ Renggut Tiga Nyawa

0
SHARE
EKPOSE: Kapolsek Balaraja Kompol Gede Adi (menegang mikrofon) menunjukan barang bukti alkohol dan foto korban yang meninggal dunia akibat pesta miras di Mapolsek Balaraja, Senin (12/4). FOTO: Asep Sunaryo/Tangerang Ekspres

BALARAJA-Kasus minuman beralkohol ‘sake’ telah merenggut nyawa tiga pemuda di Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang. Unit Reskrim Polsek Balaraja menemukan fakta baru. Penjual minuman keras (miras), Jimy, mencuri alkohol dari sisa tanki penyulingan untuk bahan baku kosmetik di pabrik tempatnya bekerja.

Kapolsek Balaraja Kompol Gede Adi mengatakan, alkohol yang dijual pelaku merupakan bahan baku untuk kosmetik di tempatnya bekerja. Diperkirakan kadar alkohol di atas 90 persen. Tersangka Jimy, mengambilnya sedikit demi sedikit dengan botol air kemasan berukuran besar dan baru sebulan terakhir menjualnya.

“Pelaku memberi bonus minuman energi merk Phanter kepada konsumennya. Harganya Rp50 ribu per satu botol besar berukuran 1,5 liter. Tersangka merupakan karyawan di pabrik kosmetik di kawasan industri Bitung,” katanya saat konferensi pers ungkap kasus minuman beralkohol di Mapolsek Balaraja, Senin (12/4).

Adi menjelaskan, semula ada lima pemuda berinisial Ahmad, Temi, Rido, Riski dan Ridwan pesta minuman keras (miras). Pesta digelar di rumah Ridwan di Kampung Kali Jodo, Desa Parahu, Kecamatan Sukamulya pada Sabtu (10/4) pukul 19.15 WIB. Miras dibeli dari tersangka Jimy. Barang haram tersebut telah dicampur satu botol plastik kecil minuman energi. Mereka berlima patungan membeli minuman dengan cara cash on delivery (COD) atau bayar di tempat.

Usai pesta miras, esok harinya ditemukan sesosok mayat di dalam kamar dengan mulut berbusa. Sore harinya disusul satu orang yang meninggal di RSUD Balaraja. Ridwan sempat mengalami gejala sesak nafas dan panas dingin sebelum akhirnya meninggal dunia.

“Kami dapat informasi bahwa tiga orang yang meninggal atas nama Ahmad, Temi dan Ridwan, sebelumnya pada malam hari sempat mengkonsumsi minuman beralkohol. Yang dirawat di RSUD Balaraja itu ada dua orang Rido dan Ridwan. Yang masih dirawat itu Rido dan satu orang lagi yang selamat atas nama Rizki. Atas informasi sempat minum alkohol kami bergerak cepat dan membagi tim,” kata Gede.

Menurut Gede, barang bukti berupa alkohol yang ditemukan di rumah Ridwan mengeluarkan aroma yang menyengat. Tim bergerak cepat mengumpulkan informasi dan mengolah tempat kejadian perkara (TKP).

“Tim menemukan bahwa salah satu yang menghubungi penjual adalah Ridwan yang sudah meninggal. Setelah dikontak melalui telepon, di penjual merespons. Akhirnya dilakukan pembelian kembali dan di sanalah kami meringkus tersangka. Ketika diinterogasi tersangka tidak mengetahui kalau minuman yang dijualnya telah merenggut nyawa pembelinya,” paparnya.

Polisi menyita barang bukti berupa 7 botol minuman berlkohol (minol) berukuran 1,5 liter, 5 botol minol berkuran 600 mililiter, satu botol kosong minuman energi merk Panther, satu handphone merk infinix warna hitam dan uang hasil penjualan minol sebanyak Rp255 ribu. Saat ini kasus diambil alih oleh Satreskrim Polresta Tangerang yang akan meneliti seberapa besar kandungan alkohol.

“Dia (pelaku -red) baru beroperasi sebulan. Mereka yang menjual atau mengkonsumsinya menyebut minuman sake. Kami kira minuman alkohol asal Jepang, tetapi setelah diselidiki ternyata berasal dari sulingan bahan baku pembuatan kosmetik di tempat pelaku bekerja. Kita kenakan pasal berlapis dengan ancaman maksimal kurungan 15 tahun penjara,” pungkasnya. (sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here