Home OLAHRAGA Pelatda PON XX 2021, Jaga Fisik Agar Tak Kendor

Pelatda PON XX 2021, Jaga Fisik Agar Tak Kendor

0
SHARE
Pelatda PON XX 2021, Jaga Fisik Agar Tak Kendor
FISIK: Atlet Banten saat menjalani tes fisik di KONI Banten, Desember 2020. Selama puasa atlet diminta menjaga kemampuan fisiknya. FOTO: Ist

MEMASUKI bulan puasa KONI Banten meminta agar atlet Pelatda PON XX Papua yang fisiknya serta VO2 Maks masih di bawah nilai yang ditetapkan untuk terus meningkatkan performa. Diharapkan mereka bisa mencapai penampilan puncak saat berlaga di PON Papua nantinya.

Kepala Bidang Bina Prestasi KONI Banten Hengky S Bremer mengatakan, pihaknya meminta selama bulan puasa pelatih mengawasi para atletnya agar terus berlatih untuk meningkatkan performa VO2Maks dan fisik. Sebab VO2Maks memegang peranan penting bagi atlet nantinya saat berlaga.

Jika Vo2Maks masih di bawah rata-rata yakni 50 maka atlet akan sulit bersaing dengan lawan-lawannya saat bertanding terutama untuk cabang individual atau kelompok.

“Tolak ukur kita VO2Maks sebab tidak bisa dipungkiri hal ini berkaitan dengan ketahanan dan stamina. Jika masih di bawah rata-rata sementara lawan mempunyai VO2Maks yang bagus maka kans memenangkan laga di PON nantinya kecil,” jelasnya.

Oleh karena itu saat puasa ini diminta pelatih untuk terus mengawasi atletnya. Diminta atlet terus berlatih agar kemampuannya maksimal sehingga nantinya mencapai kondisi yang optimal di bulan Oktober saat pelaksanaan PON Papua.

“Program tetap harus dijalankan. Kalau puasa memang ada penyesuaian namun harus disiplin jangan sampai tidak berlatih. Jika ini terjadi bukannya meningkat nantinya malah menurun. Kami tidak mau terjadi penurunan kondisi fisik dan VO2Maks atlet karena butuh waktu yang lama untuk bisa mencapai standar yang telah kami tetapkan,” kata Hengky.

Bagi atlet yang VO2Maks bagus dan memenuhi kriteria diminta juga jangan lengah dan harus terus mempertahankan apa yang sudah didapat bahkan kalau bisa meningkatkan agar lebih baik. “Dari hasil tes parameter memang ada yang bagus dan masih standar. Untuk yang sudah bagus mereka juga bisa meneruskan latihan menuju tahap khusus namun tetap latihan stamina juga harus dijaga agar seimbang,” ungkap dia.

Hengky menambahkan selama latihan di bulan puasa, atlet tetap menerapkan protokol kesehatan ketat untuk mencegah korona. Waktu juga disesuaikan agar atlet yang menunaikan puasa bisa berlatih maksimal namun tidak mengganggu ibadahnya.

“Saya rasa pelatih tahu yang terbaik. Kami akan pantau juga terkait latihan. Saya berharap atlet Banten nantinya siap secara fisik maupun siap tanding sebelum terjun ke PON Papua,” tutup dia. (hendra/apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here