Home TANGERANG HUB PTM Tunggu Tanda Tangan Gubernur

PTM Tunggu Tanda Tangan Gubernur

0
SHARE
PTM Tunggu Tanda Tangan Gubernur
Sejumlah SMP di Jawa Timur sudah melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah. Kabupaten Tangerang masih menunggu keputusan gubernur untuk melaksanakan belajar tatap muka.

TIGARAKSA-Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah tingkat SD hingga SMA di Kabupaten Tangerang belum jelas waktunya. Padahal, 12 ribu guru SD, SMP dan SMA sudah disuntuk vaksin Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang Syaifullah mengatakan, PTM akan mengikuti arahan dan kebijakan Pemprov Banten, sebagai penanggung jawab satuan tugas (Satgas) penanganan Covid-19.

“Sudah 90 persen guru di Kabupaten Tangerang divaksin. Insya Allah, belajar tatap muka kita sudah siap semua. Baik dari sisi tenaga pendidik maupun sarana dan prasarananya,” katanya kepada Tangerang Ekspres, Selasa (13/4).

Hal yang sama juga diungkapkan Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Kabupaten Tangerang Mohammad Bayuni. Pembelajaran di sekolah belum bisa memastikan waktunya. “Belum ada arahan dan surat edaran. Kita menanti kebijakan pak gubernur,” singkatnya.

Padahal, saat rapat koordinasi antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dengan dinas pendidikan menghasilkan keputusan membuka opsi PTM di sekolah. Rapat digelar pada pekan kemarin melalui virtual aplikasi zoom. Hasilnya, bagi guru yang di sekolahnya sudah melakukan vaksinasi diwajibkan membuka opsi PTM di kelas.

Nadiem menegaskan, tidak ada kebijakan PTM dimulai Juli. Sebab, sudah ada 22 persen sekolah di Indonesia yang mulai pembelajaran langsung di kelas dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

“Karena guru sudah divaksin. Jadi sekolah yang gurunya sudah divaksin harus segera memenuhi protokol kesehatan (prokes) dan segera melakukan tatap muka. Bisa dua kali seminggu, tiga kali seminggu, tidak perlu cepat, tetapi kebijakan ini bagi sekolah yang gurunya sudah divaksin harus segera menyediakan opsi belajar tatap muka,” tegas Nadiem saat rapat.

Ia menjelaskan, target belajar tatap muka pada Juli dimaksudkan agar semua sekolah di Indonesia sudah melakukan tatap muka terbatas. Menurutnya, untuk mencapai target bulan Juli, sekolah harus memulai dari sekarang. Ia mengingatkan agar saat akan memulai pembelajaran tatap muka sekolah wajib melibatkan orang tua murid.

“Mohon pertama ditekankan kebijakan sekolah tatap muka dikeluarkan mulai hari ini. Jadi sekolah yang sudah divaksinasi harus mulai memenuhi daftar periksa dan segera membuat opsi belajar tatap muka. Jangan lupa satu lagi faktor bahwa orang tua berhak memilih anaknya ikut atau tidak belajar tatap muka itu keputusan orang tua murid,” jelasnya.

Lanjut Nadiem, dengan sistem rotasi belajar maka sekolah harus ada belajar versi pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau lebih dikenal belajar online dan ada pembelajaran PTM terbatas. “Bagi sekolah yang sudah melakukan PTM terbatas silahkan lanjut dengan protokol kesehatan yang ketat. Tentu kalau sudah ada indikasi penyebaran Covid-19 maka harus ditutup kembali belajar tatap mukanya,” pungkasnya.

Untuk di Kabupaten Tangerang sendiri, vaksinasi bagi tenaga pendidik sudah mencapai tahap kedua. “Untuk guru yang divaksin sudah mencapai 12 ribu orang yang tersebar di 29 kecamatan. Sedangkan yang terdata atau sasaran vaksinasi sebanyak 30 ribu guru,” kata Syaifullah. (sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here