Home TANGERANG HUB Puasa, Vaksinasi Fokus untuk Lansia

Puasa, Vaksinasi Fokus untuk Lansia

0
SHARE
Puasa, Vaksinasi Fokus untuk Lansia
Dokter menyuntikkan vaksin Sinovac kepada warga lanjut usia (lansia) di Puskesmas Setu, Kota Tangsel. FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

SERPONG-Pemkot Tangsel terus melakukan vaksinasi Covid-19 untuk pelayanan publik, lansia dan guru. Meskipun saat ini bulan Ramadan namun, vaksinasi tetap dilaksanakan untuk memberi kekebalan kepada masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, selama bulan puasa vaksinasi covid-19 tetap berjalan. “Vaksinasi Covid-19 selama puasa  tidak membatalkan puasa dan ini berdasarkan Fatwa dari MUI,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Selasa (13/4).

Allin menambahkan, saat ini pihaknya fokus melakukan vaksinasi kepada pelayana publik dan lansia. Pelayan publik dianggap berusia 18-59 tahun dan saat ini baru 7 persen yang telah divaksinasi karena, sasarannya sekitar 851.000.

“Kalau lansia yang berusia 59 keatas jumlahnya sekitar 109.328 dan ini berdasarkan data dari Dukcpail namun, baru 15 ribuan lansia yang divaksinasi,” tambahnya.

Masih menurutnya, untuk guru saat ini baru 60 persen yang sudah divaksinasi lantaran vaksinnyaterbatas. Namun, saya ini di puskesmas tetap dilayani vaksinasi untuk guru bila ada yang datang dan minta divaksinasi. “Data Dapodik ada sekitar 12.000 dan baru 7.000 an yang divaksinasi,” jelasnya

Vaksin saat ini jumlahnya terbatas dan Dinkes sudah mengajukan lagi ke provinsi. Tapi, ada surat edaran baru dari Kementrian Kesehatan agar fokus vaksinasi dilakukan terhadap lansia dahulu, sehingga nanti bila dapat vaksin lagi akan fokus dilakukan terhadap lansia.

“Sekarang kita kebut lansia tapi, guru juga dilakukan kalau ada yang minta. Vaksinasi saat ini hanya dilakukan di RSU Tangsel dan puskesmas, dan hanya melayani dosis dua saja, kalau dosis satu hanya beberapa saja,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel Taryono mengatakan, saat ini sudah sekitar 7.000 guru telah menjalani penyuntikan vaksinasi covid-19 tahap kedua, baik dosis pertama dan kedua. “Meskipun telah dilaksanakan penyuntikan vaksinasi terhadap guru dan tenaga pendidik namun, masih terdapat ribuan guru yang mengantre sebagai peserta vaksinasi covid-19,” ujarnya.

Taryono menambahkan, masih ada sekitar 9.000-an guru dan tenaga pendidik belum divaksinasi. Meski Menteri Pendidikan sudah membuka peluang belajar tatap muka, ternyata ribuan guru di Kota Tangsel masih banyak yang belum divaksinasi Covid-19.

“Tenaga pendidik yang sudah divaksinasi dari mulai tingkat PAUD hingga SMP. Kalau di tingkat pendidikan SMA kewenangan Dinas Pendidikan Provinsi Banten,” tambahnya.

Taryono menuturkan, berdasarkan dari data, yang paling banyak itu dari wilayah kecamatan Serpong ada 1.256 guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan. Sementara yang masih paling sedikit wilayah kecamatan Setu, dengan jumlah 442 guru. “Tapi, ini dinamis dan masih terus berjalan sesuai kuota yang akan kita dapat,”  tuturnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here