Home TANGERANG HUB Tewas Dianiaya saat Tagih Utang

Tewas Dianiaya saat Tagih Utang

0
SHARE
UNGKAP KASUS: kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Deonijiu De Fatima (tengah) menunjukan barang bukti kasus pengeroyokan terhadap Willy. FOTO: Randy Yastiawan/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Willy Edward (51), tewas mengenaskan setelah dianiaya lima orang. Penganiayaan dilakukan saat korban hendak menagih utang perusahaan.  Willy dinyatakan tewas saat tiba di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang akibat pendarahan di kepala.  Sedangkan Suhendar, korban lainnya mengalami luka lebam di wajah dan tubuhnya. Keduanya dianiaya kurang lebih selama 4 jam oleh para pelaku.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Deonijiu De Fatima mengatatakan, kejadian bermula saat kedua korban datang ke PT Evercom untuk menagih utang perusahaan sebesar Rp 20 juta. Karena kesal, keduanya dianiaya di Jalan Kavling DPR, Kelurahan Cipondoh, Kecamatan Cipondoh.

“Penganiaya tersebut dilakukan oleh PD, ED, AD, SMN Dan MS. Mereka adalah, orang yang menganiyaya korban hingga menyebabkan Willy meninggal dunia setelah dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang,”ujarnya di Mapolres Metro Tangerang Kota, Selasa (13/4).

Deonijiu menambahkan, kedua korban berasal dari PT Agung, karena masih ada sangkutan utang perusahaan sebesar Rp 20 juta keduanya mencoba menagih. Tetapi, bukan uang yang didapat, malah keduanya dianiaya karena kesal ditagih.

“Para tersangka mengaku kesal, pada saat diperiksa petugas mereka mengatakan tidak mempunyai utang perusahaan. Makanya, pada saat ditagih mereka kesal dan tidak memberikan ampun kepada kedua korban,”paparnya

Saat ini kelima tersangka masih dalam pemeriksaan lebih dalam untuk mengetahui fakta selanjutanya. Bahkan, kelimanya sudah diamankan di polres Metro Tangerang Kota.

“kepada kelima pelaku tersebut, polisi menjerat mereka dengan pasal 170 (tentang penganiayaan) ayat 1, 2 dan 3 KUHP yang ancaman hukumannya 12 tahun penjara,”tutupnya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here