Home NASIONAL Vaksinasi Tidak Batalkan Puasa

Vaksinasi Tidak Batalkan Puasa

0
SHARE
VAKSINASI: Petugas medis mengecek suhu tubuh penerima vaksin COVID-19 lansia di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Soelastri, Solo, Jawa Tengah, Selasa (13/4). Pemerintah tetap melaksanakan vaksinasi selama bulan Ramadhan dengan berpedoman fatwa MUI Nomor 13/2021 tentang hukum vaksinasi COVID-19 pada saat berpuasa dan tetap memperhatikan kondisi penerima vaksin. FOTO: Antara Foto/Maulana Surya/wsj.

JAKARTA — Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Asrorun Ni’am Sholeh menjelaskan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan secara injeksi atau suntikan tidak membatalkan puasa.

“Kalau vaksinasi lewat mulut yang diteteskan kemudian masuk itu membatalkan puasa. Akan tetapi, praktik pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan itu tidak dengan tetes mulut tetapi dengan injeksi,” kata Asrorun dalam dialog Forum Merdeka Barat tentang vaksinasi di bulan Ramadhan yang dipantau dari Jakarta, Selasa (13/4).

Maka vaksinasi dengan injeksi intramuskular yang dilakukan untuk kepentingan vaksinasi Covid-19 itu tidak membatalkan puasa. Dia mengatakan yang membatalkan puasa adalah makan minum dan menyampaikan material ke dalam rongga sampai ke perut.

Pelaksanaan vaksinasi kepada tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di Gedung SDN 196 Sukarasa, Jalan Pak Gatot V, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung, Senin (12/4). Vaksinasi tersebut dilakukan jelang pelaksaan pendidikan tatap muka (PTM) yang saat ini masih dikaji.

“Praktik vaksinasi dengan cara injeksi intramuskular ini tidak membatalkan dan juga tidak termasuk hal yang membatalkan puasa,” ujarnya.

Atas dasar alasan itu maka praktik vaksinasi tetap diperbolehkan meski sedang menjalani puasa. Namun, dia mengingatkan masih ada faktor kesehatan yang harus dipastikan dengan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan sebelum orang yang berpuasa melakukan vaksinasi Covid-19.

“Kuncinya ada pada screening di tenaga kesehatan,” ujar Asrorun.

Di tempat yang sama, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, program vaksinasi Covid-19 tetap akan dilakukan siang hari selama bulan Ramadhan. Meski begitu, disiapkan juga alternatif menjalankan vaksinasi Covid-19 pada malam hari, hanya dalam kondisi tertentu.

Nadia mengatakan, vaksinasi tidak memberikan dampak langsung terhadap seseorang yang berpuasa. Namun, yang harus menjadi perhatian adalah efek samping yang muncul pada sebagian orang. Vaksinator bersiap menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada tenaga kesehatan saat kegiatan vaksinasi massal di Istora Senayan, Jakarta.

Sebagai alternatif terkait hal itu maka dapat dilakukan pemberian vaksinasi Covid-19 pada malam hari yang pelaksanaannya harus dijadwalkan dengan melakukan koordinasi dengan pengurus masjid, RT/RW dan Puskesmas setempat. Alternatif itu merupakan salah satu langkah untuk mempercepat proses vaksinasi, terutama untuk orang lanjut usia.

Selain itu, selama Ramadhan akan dilakukan pengurangan jam operasional untuk vaksinasi, karena ada petugas kesehatan yang juga menjalankan puasa, ingin mengikuti ibadah, dan harus menjaga kesehatan ketika berpuasa.(ant/rep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here