Home TANGERANG HUB DPRD Minta Pemborong Nakal di Blacklist

DPRD Minta Pemborong Nakal di Blacklist

0
SHARE
Anggota DPRD Kota Tangerang, Tasril Jamal.

TANGERANG – DPRD Kota Tangerang mengkritisi proyek pembangunan di Kota Tangerang yang kerap kali belum lama dibangun ataupun diperbaiki namun baru seumur jagung sudah kembali ambrol. Hal tersebut disampaikan Warta Supriyatna dalam rapat paripurna Raperda perubahan Perda No. 3 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Daerah Tahun 2019-2023, dalam agenda penyampaian pandangan fraksi-fraksi, Selasa (20/4).

Warta menyatakan, DPRD menilai dengan hadirnya Perda tersebut sebagai wujud komitmen pemerintah kota tangerang untuk mewujudkan Kota Tangerang yang maju dan modern. Namun tidak sesuai yang diharapkan. Pasalnya setiap tahun di musim hujan tiba musibah banjir masih saja menghantui beberapa titik wilayah Kota Tangerang yang menjadi langganan banjir. RPJMD Pemkot Tangerang dinilai belum fokus akhirnya menjadi penghambat kemajuan Kota Tangerang dalam menangani masalah tersebut walaupun telah dilakukan perbaikan tapi setiap tahun hancur kembali jika dilanda banjir.

“Kami menilai RPJMD Pemkot Tangerang belum fokus yang menjadi penghambat kemajuan Kota Tangerang, khususnya dalam menangani masalah banjir dan proyek pembangunan maupun perbaikan infrastruktur seperti turap maupun jalan yang mudah hancur kembali,” kata Warta dari fraksi PDIP.

Selain mengkritisi proyek pembangunan infrastruktur, DPRD juga meminta Pemkot Tangerang mengevaluasi keterpurukan pelaku usaha dimasa pandemi Covid-19. Menurutnya, pelaku usaha salah satu menjadi perhatian, dimana sektor ekonomi menjadi tidak maksimal terkait dengan hasil pendapatan daerah apalagi terjadinya lonjakan angka pengangguran di Kota Tangerang semakin tinggi. Pihaknya meminta Pemkot Tangerang melakukan inventarisir sektor perekonomian yang terdampak Covid-19 melalui satgas pemulihan ekonomi Kota Tangerang. DPRD juga meminta Pemkot Tangerang melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Tangerang untuk melakukan evaluasi bantuan yang diberikan kepada pelaku usaha.

“DPRD minta pemberian bantuan kepada pelaku usaha harus tepat sasaran, Kita minta Pemkot melakukan evaluasi dan verifikasi kembali,” tandasnya.

Senada dikatakan anggota DPRD Kota Tangerang dari fraksi PKB, Tasril Jamal juga mengkritisi proyek pembangunan dan perbaikan jalan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang kerap kali belum lama diperbaiki namun sudah kembali rusak. Menurutnya, proyek pembangunan jalan yang kembali rusak tersebut dinilai lantaran ketidakmatangan perencanaan dan ketidakseriusan dalam proses pelaksanaan pembangunan. Ia juga menduga adanya kecurangan dari pihak pemborong yang bermain curang dengan merubah spesifikasi yang lebih rendah.

“Konsep perencanaan atau pengerjaan yang kurang matang atau kurang serius. seperti tidak memenuhi spesifikasi yang seharusnya mempunyai standar yang harus dipenuhi. Kalau terjadi kerusakan lagi, kerusakan lagi, ini ada apa?, bisa juga adanya permainan dari pihak pemborong yang curang dengan mengurangi spesifikasi tersebut,” ungkap Tasril saat ditemui di Gedung DPRD Kota Tangerang, Selasa (20/4).

Menurut Tasril, hal ini terjadi lantaran kurangnya pengawasan dari pihak dinas terkait. Oleh karena pihaknya meminta Pemkot Tangerang melalui Dinas PUPR melakukan pengawasan yang serius terhadap proyek-proyek pembangunan infrastruktur seperti pembangunan dan perbaikan jalan dan proyek penanganan banjir seperti pembangunan drainase. Ia juga meminta jika terdapat pemborong nakal pihak Pemkot Tangerang memberikan catatan hitam kepada pemborong tersebut.

“Ya kalau sudah sekali dua kali hasil kerjanya tidak bagus apalagi sampai terjadi mangkrak yang malah merugikan pihak Pemkot, Kita minta langsung di balcklist aja,” Tandasnya.

Selain itu, permasalahan mandeknya beberapa proyek pembangunan infrastruktur di Kota Tangerang ini konon selalui berlindung dibalik selimut pandemi Covid-19 ini sebagai andalan yang dijadikan kambing hitam.

“Semua sudah berselimut dengan kondisi Covid-19. Padahal ini sudah ada anggaran. Sudahlah saya imbau kita hilangkan selimut covid fokus pada kerjaan,” tegasnya.(raf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here