Home TANGERANG HUB Penerima BST Kemensos Berkurang 30 Ribu Orang

Penerima BST Kemensos Berkurang 30 Ribu Orang

0
SHARE
Petugas Kantor Pos Indonesia menyerahkan bantuan dari Kemensos sebesar Rp 600 ribu kepada salah seorang warga Kelurahan Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, beberapa waktu lalu.

TIGARAKSA-Penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) di Kabupaten Tangerang tahun ini berkurang sebanyak 30 ribu orang. Pengurangan jumlah penerima setelah dilakukan verifikasi ulang pada nomor induk kependudukan (NIK) oleh dinas sosial (dinsos). Verifikasi ulang ini untuk menghindari data ganda.

Kepala Bidang Data Bina Sosial dan Kepahlawanan Dinsos Kabupaten Tangerang Endang Ramdani mengatakan, data awal penerima BST Covid-19 dari Kemensos sebanyak 160 orang. Setelah dilakukan verifikasi NIK data penerima berkurang menjadi 30 ribu orang.

Verifikasi NIK dilakukan sesuai dengan instruksi dari kemensos. Di mana data penerima tertera di data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Ia mengungkapkan, penerima BST pada 2021 merupakan kelanjutan dari 2020.

“Adanya pengurangan jumlah penerima dikarenakan salah satunya NIK belum sinkron dengan Dirjen Dukcapil pusat. Sekarang, masih proses pemadanan NIK, jadi belum terlihat berapa banyak jumlah yang non-aktif. Sementara sekarang berkurang 30 ribu orang,” paparnya kepada Tangerang Ekspres, Kamis (22/4).

Diketahui, sebanyak 28.572 kepala kelurga (KK) di Kabupaten Tangerang menerima bantuan sosial tunai dari pemerintah pusat sebesar Rp600 ribu selama tiga bulan mulai April hingga Juni pada 2020. Mereka yang menerima bantuan dari pusat ini, yang masuk dalam data Terpadu Sosial Kesejahteraan (DTSK), yang juga menjadi basis data bantuan keluarga penerima manfaat (PKM) dari Kemensos.

Bantuan uang tunai itu, diantar langsung oleh petugas PT Pos Indonesia ke rumah warga penerima. Kemudian, akan dicocokan nomor induk kependudukan (NIK) pada KTP serta kode barcode pada surat keterangan penerima bantuan sosial tunai. Apabila cocok, warga diminta menandatangani serta difoto dengan memegang surat keterangan penerima bantuan, uang tunai Rp600 ribu dan KTP asli. Teknis penyalurkan bantuan uang tunai dari pemerintah pusat adalah petugas pos memverifikasi data penerima dengan mencocokan nama, NIK dan nomor barcode pada surat undangan dengan database yang di bawa petugas pos.

“Tahun 2020 kemensos memberikan BST sebesar Rp600ribu selama 3 bulan dan diberikan Rp300 ribu selama 6 bulan. Dan di tahun 2021 besarannya 300 ribu selama empat bulan hingga April ini. Verifikasi NIK penerima BST akan dilakukan sampai 24-27 April ini,” papar Endang.

Ia menuturkan, belum ditemukan adanya protes dari warga yang dinyatakan gugur. Sebab sudah disosialisasikan oleh pemerintah desa dan kecamatan. “Yang dinyatakan gugur karena pada verifikasi NIK ditemukan ganda dengan bansos lainnya. Artinya sebagai penerima program keluarga harapan (PKH), Bantuan Pengan Non-Tunai (BPNT) dan bantuan sosial lainnya,” pungkasnya. (sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here