Home TANGERANG HUB Produk Tanpa Izin Edar Disita

Produk Tanpa Izin Edar Disita

0
SHARE
Produk Tanpa Izin Edar Disita
PEMERIKSAAN: Petugas Loka POM Kabupaten Tangerang memeriksa pangan yang dijual di sarana ritel modern di Kecamatan Cisauk dan ditemukan tanpa izin edar, Kamis (22/4). FOTO: Loka POM for Tangerang Ekspres

CISAUK — Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kabupaten Tangerang kembali menyita produk tanp izin edar (TIE) yang dijual di sarana ritel modern di Kecamatan Cisauk. Pemeriksaan dilakukan dalam rangka mengawal keamanan pangan saat puasa.

Kepala Loka POM di Kabupaten Tangerang Wydia Savitri mengatakan, pengawasan ditujukan guna memastikan pangan yang beredar di masyarakat aman untuk dikonsumsi. Pengawasan kali ini dilakukan bersama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang.

Lanjutnya, pemeriksaan peredaran pangan kembali dilakukan pada sarana ritel modern. Kali ini di Kecamatan Cisauk. Sebelumnya, di Kecamatan Pasarkemis dan kawasan pusat bisnis Lippo Karawaci dan Binong.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan ditemukan produk pangan diduga Tanpa Izin Edar (TIE) sebanyak 15 item, produk pangan rusak sebanyak 2 item, Tidak Menenuhi Ketentuan (TMK) label sebanyak 5 item dengan nilaiĀ  ekonomi diperkirakan sebesar Rp6,4 juta. Kami amankan untuk ditindaklanjuti,” paparnya kepada awak media, Kamis (21/4).

Tidak hanya pemeriksaan administrasi tetapi juga dilakukan uji laboratorium terhadap bahan pangan yang dijual. Sampel diambil secara acak oleh petugas POM. Uji sampel kandungan kimia berbahaya pada pangan juga dilakukan di jajanan buka puasa.

Pengujian menggunakan rapid test kit terhadap empat parameter bahan berbahaya yang sering disalahgunakan pada pangan. Yakni, Formalin, Boraks, Rhodamin B, dan Methanyl Yellow.

“Hasil pengujian menunjukkan dari 40 sampel yang diuji, terdapat 39 sampe dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) dan 1 sampel dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) karena diduga mengandung Rhodamin B pada kolak pacar cina yang berasal dari penjual takjil di daerah Cisauk,” paparnya.

Wydia mengimbau, agar warga waspada terhadap pangan yang dibeli. Baik di sarana ritel modern maupun pasar tradisional dan jajanan buka puasa.

Perlu diketahui, ciri-ciri pangan yang mengandung rhodamin B antara lain warnanya cerah mengkilap dan lebih mencolok, terkadang warna terlihat tidak homogen (rata), ada gumpalan warna pada produk, dan bila dikonsumsi rasanya sedikit lebih pahit. Adapun, ciri-ciri Makanan Mengandung Metanil Yellow, yaitu warnanya kuning mencolok dan kecenderungan warnanya berpendar, banyak memberikan titik-titik warna yang tidak merata dan terkadang warna terlihat tidak homogen (rata) seperti pada kerupuk; bila dikonsumsi rasanya sedikit lebih pahit.

“Mari menjadi konsumen yang cerdas dengan selalu cek klik. Yakni, cek Kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa sebelum membeli. Selain itu, mari tetap menerapkan protokol kesehatan dengan selalu mematuhi memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” pungkasnya. (sep/din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here