Home NASIONAL Vaksin Sinovac Tak Bisa Dipakai Umrah, Wapres Minta Menkes Lobi Saudi dan...

Vaksin Sinovac Tak Bisa Dipakai Umrah, Wapres Minta Menkes Lobi Saudi dan Tiongkok

0
SHARE
Jarak jamah saat salat tarwih di Ka'bah, Makkah, sekitar satu meter antar jamaah untuk mencegah penularan Covid-19. Vaksin Sinovac yang dipakai Indonesia belum mendapat sertifikasi dari WHO sehingga warga Indonesia tidak bisa masuk ke Arab Saudi.

Vaksin Sinovac yang sudah disuntikan ke banyak warga Indonesia, ternyata tidak memenuhui standar kesehatan Pemerintah Arab Saudi. Efeknya, warga Indonesia tidak bisa ke Arab Saudi untuk umrah. Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin melobi pemerintah Arab Saudi dan Tiongkok. Ini karena vaksin Sinovac belum mendapatkan sertifikat dari WHO. Sehingga tidak bisa digunakan untuk jamaah umrah.

Keterangan tersebut disampaikan Masduki Baidlowi selaku juru bicara Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Jakarta kemarin (22/4). Dia menyampaikan pemerintah Arab Saudi memperbolehkan pelaksanaan umrah maupun ibadah di Masjidilharam selama bulan puasa ini.

Kebijakan itu dikeluarkan dengan sejumlah persyaratan. Diantaranya adalah jamaah umrah wajib sudah divaksin dengan vaksin Covid-19 yang disertifikasi oleh WHO. ’’Ini masalahnya. Ternyata vaksin Covid-19 yang boleh masuk Saudi adalah yang sudah mendapatkan sertifikasi dari WHO,’’ kata Masduki.

Dia menambahkan ternyata masyarakat Indonesia saat ini banyak yang divaksin Covid-19. Tetapi vaksin yang digunakan adalah keluaran Sinovac. Masalahnya sampai saat ini vaksin Sinovac masih proses pendaftaran sertifikasi ke WHO. Sehingga belum keluar sertifikat dari badan kesehatan di bawah Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) itu.
Untuk itu Masduki mengatakan Wapres Ma’ruf Amin meminta kepada Menkes untuk melakukan lobi-lobi ke pemerintah Arab Saudi maupun pemerintah Tiongkok. Lobi ke pemerintah Saudi supaya mereka memperbolehkan jamaah asal Indonesia yang sudah divaksin Sinovac untuk masuk ke Saudi dan melaksanakan ibadah umrah.

’’Kemudian lobi ke pemerintah Tiongkok mendorong supaya pemerintah Tiongkok segera melakukan percepatan proses di WHO,’’ katanya. Tujuannya supaya WHO dapat secepatnya memberikan sertifikasi kepada vaksin Sinovac. Sehingga sudah tidak ada hambatan lagi bagi jamaah dari Indonesia untuk menjalankan ibadah umrah.

Diberitakan sebelumnya pemerintah Arab Saudi memang memperbolehkan pelaksanaan ibadah umrah di bulan Ramadan untuk warga sendiri maupun mancanegara. Tetapi khusus untuk jamaah dari Indonesia belum bisa melaksanakan ibadah umrah di bulan Ramadan ini.

Sebab Indonesia masih masuk dalam daftar larangan masuk ke Arab Saudi. Total ada 20 negara yang masuk dalam daftar larangan masuk Arab Saudi itu. selain Indonesia ada India, Argentina, Inggris, dan Amerika Serikat. Kemudian juga dari Afrika Selatan, Brasil, Turki, dan Pakistan. (jpg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here