Home HUKUM Kejari Kota Tangerang Jebloskan Tersangka Korupsi RS dr Sitanala

Kejari Kota Tangerang Jebloskan Tersangka Korupsi RS dr Sitanala

0
SHARE

TANGERANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang menjebloskan NA ke Rutan Kelas 2B Pandeglang, Banten. NA, salah satu tersangka dugaan korupsi kegiatan pengadaan Jasa Cleaning Service (CS) di RSK dr Sitanala pada tahun 2018.

Kepala Kejari Kota Tangerang I Dewa Gede Wirajana mengatakan, selain NA selaku anggota Pokja ULP Rumah Sakit dr Sitanala, pihaknya juga menetapkan, YY, selaku penyedia jasa sebagai tahanan rumah.

“Tersangka NA dilakukan penahanan rutan yang dititipkan di Rutan Kelas 2B Pandeglang. Sedangkan tersangka YY dilakukan penahanan kota dan wajib lapor,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa (4/5).

I Dewa Gede menjelaskan, penyerahan tersangka NA ke Rutan Kelas 2B Pandeglang setelah seluruh pemeriksaan Tim jaksa penuntut umum (JPU) rampung. Selanjutnya akan melimpahkan berkas perkara korupsi itu ke Pengadilan Negeri Tindak pidana korupsi (Tipikor) Serang, guna dilakukan penuntutan dalam persidangan.

Sementara tersangka YY yang ditetapkan sebagai tahanan kota, menurutnya, karena yang bersangkutan mengidap penyakit jantung kronis dan baru selesai menjalani rawat inap di RS Eka Hospital.

“Kita menunjuk Kasi Pidsus Andres Suprianus dan Kasubsi penuntutan pada Pidsus yakni Reza Vahlevy untuk menyerahkan NA pada hari Senin (3/5) kemarin, secepatnya berkas perkaranya kita limpahkan ke PN Tipikor, Serang,” jelasnya.

Sebelumnya, Kejari Kota Tangerang mengungkap Dugaan kasus Tindak Pidana Korupsi ( Tipikor ) pengadaan jasa kebersihan tahun anggaran 2018 di Rumah Sakit (RS) dr Sitanala, dengan nilai anggaran Rp 3,8 miliar. Anggaran tersebut menggunakan dana APBN dari Kementerian Kesehatan. Dalam perkara ini Kejari menetapkan dua orang tersangka, yaitu NA sebagai Pokja ULP RS Sitanala dan YY, Direktur PT PBA selaku penyedia jasa.

I Dewa Gede memaparkan, NA dan YY menjalankan jasa kebersihan ini secara fiktif. Modus operandi, pelaksanaannya tidak sesuai dengan Perpres 70 tahun 2012 perubahan kedua atas Perpres 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah. Setelah dilakukan penyidikan dan dilakukan tracking aset harta dan rekening tersangka, kemudian Kejari Kota Tangerang menyita uang Rp 900 juta dari direktur PT PBA berinisial YY. Uang itu diduga hasil penyimpangan proyek pengadaan jasa Cleaning Service dari total proyek Rp 3,8 miliar.

Kemudian, Kejari Tangerang Kota Tangerang melakukan pemeriksaan kepada 25 orang saksi dari Kemenkes dan karyawan salah satu perusahaan penyedia jasa tenaga kerja kebersihan.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, kata I Dewa Gede, pelaksanaannya menyimpang dari kontrak kerja. Ada 120 tenaga kerja yang namanya tercatat sebagai cleaning service di perusahaan tersebut. Namun, yang bekerja sebagai cleaning service bukan nama-nama dalam kontrak tersebut.

“Nama-nama karyawan itu tidak ada yang bekerja di RS Dr. Sitanala. Justru yang dipekerjakan mantan pasien kusta,” paparnya.

Selain itu, gaji yang diberikan pada mantan pasien kusta itu juga tidak sesuai dengan nilai kontrak. Mereka hanya menerima upah sebesar Rp 1.900.000 atau berkurang Rp 700.000 hingga Rp 900.000 dari nilai kontrak.

“Ada 120 orang yang dipekerjakan sebagai cleaning service. Termasuk para pekerja yang merupakan eks penderita kusta,” tandasnya.

Atas perbuatan pidana korupsi tersebut, Kejari Kota Tangerang menyangkakan kedua tersangka dengan Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 UU 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi kemudian Pasal 3 juncto Pasal 18 UU 31 tahun 1999 tentang Pemberastasan Tindak Pidana Korupsi.

“Ancaman pidananya untuk pasal 2 minimal 4 tahun penjara, pasal 3 ancaman minimal 1 tahun dan maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya.(raf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here