Home TANGERANG HUB Sidak Bersama Kapolres, Arief Tegur Tangcity

Sidak Bersama Kapolres, Arief Tegur Tangcity

0
SHARE
Walikota Tangerang Arief R Wismansyah (dua dari kanan) dan Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Deonijiu De Fatima (kanan) sidak di Tangcity Mall, didampingi menajamen Tangcity Mall, Senin (3/5). Sidak dilakukan setelah terjadi kerumunan pengunjung pada Minggu (2/5).

KOTA TANGERANG-Walikota Tangerang Arief R Wismansyah bersama Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Deonijiu De Fatima, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Tangcity Mall, Senin (3/5). Sidak berkaitan dengan terjadinya kerumunan di Tangcity Mall pada Minggu (2/5). Pengunjung membeludak dan menimbulkan kerumunan.

“Kita lihat Tangcity ini, kemarin sempat viral karena ramai. Kita cek ternyata jalur-jalur untuk pembeli lebih sempit, kemakan sama jalur pedagang. Kami tegur manajemen Tangcity. Kita minta manajemen maupun pedagang untuk memberikan ruang yang cukup bagi pengunjung agar tidak bertumpuk alias berkerumun,”ujarnya.

Didampingi perwakilan manajemen Tangcity Arief bersama De Fatima dan tim Satgas Kota Tangerang berkeliling melihat tenant-tenant. Arief menambahkan, pihak manajemen Tangcity Mall diberikan peringatan agar tetap mematuhi peraturan pemerintah mengenai protokol kesejatan (prokes). Jika tidak mematuhi maka akan diberikan sanksi denda ataupun penutupan operasional.

“Kita berikan teguran, kita minta pihak manajemen untuk memperhatikan aturan selama pandemi. Jangan sampai lalai. Karena bisa menyebabkan terjadinya klaster baru,” tegasnya.

Selain Tangcity Mall, ia menjelaskan, telah memanggil manajemen Ramayana Cimone, terkait terjadinya kerumunan. Pemanggilan tersebut, untuk mempertanyakan penerapan protokol kesehatan.

“Hari ini (kemarin) manajemen Ramayan Cimone dipanggil oleh Satgas Covid-19, pemanggilan tersebut untuk mempertanyakan masalah prokes dan kerumunan yang terjadi di depan Ramayana. Kalau gak salah, yang membuat keramaian pedagang takjil yang berjualan di depannya,”ungkapnya.

Arief menuturkan, Kota Tangerang harus belajar dari daerah lain, seperti yang terjadi di Tanah Abang harus menjadi perhatian. Jangan sampai, pusat perbelanjaan menjadi klaster baru penyebaran virus Corona.

“Kemarin Tanah Abang kita lihat padat sekali, maka itu harus menjadi pelajaran pusat perbelanjaan yang ada di Kota Tangerang untuk bisa mengatur pengunjung. Jangan sampai ada kerumunan yang bisa membuat klaster baru, jadi harus diperhatikan bagi pusat perbelanjaan,”tutupnya.

Sementara itu, kerumunan pusat perbelanjaan juga terjadi di Kota Tangsel. Salah satu mal yang ramai dikunjungi adalah ITC BSD, Serpong.

Warga datang memadati untuk berbelanja menjelang Lebaran Idul Fitri 2021. Customer Relation ITC BSD Domy Siahaan mengaku, pengunjung mengalami kenaikan dibanding hari-hari sebelumnya.

“Jelang Lebaran jumlah pengunjung mengalami kenaikan dari 10-15 persen sejak Februari lalu,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Senin (3/5).

Sony menambahkan, kenaikan pengunjung secara signifikan diprediksi mulai H-7 Lebaran sampai H+7. Hal tersebut diperkirakan karena adanya larangan mudik. “Kemungkinan jelang Lebaran dan setelahnya pengunjung akan meningkat karena larangan mudik oleh pemerintah,” tambahnya.

Menurutnya, Minggu (2/5) kemarin ada kenaikan pengunjung yang datang ke ITC BSD. Yakni sekitar 40.000 pengunjung atau masih di bawah 50 persen dari kondisi normal. Pengunjung yang datang mayoritas berburu barang atau kebutuhan lebaran, mulai dari baju, celana, sepatu dan aksesoris, perhiasan, serta gadget.

“Rata-rata kebutuhan fashion yang dibeli pengunjung,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, pengelola mal melakukan langkah-langkah yang diambil. Mulai dari menyediakan tempat cuci tangan touchless, pedal lift touchless, pengecekan suhu tubuh pengunjung. Juga menyediakan handsanitizer, penyemprotan disinfektan yang dilakukan dua kali dalam satu minggu.

“Kita juga melakukan imbauan protokol kesehatan (prokes), marking jaga jarak, patroli masker dan kerumunan, menyediakan area tambahan di rooftop, untuk antisipasi lonjakan pengunjung khususnya yang berbuka puasa,” tuturnya.

Sementara itu, kawasan Pasar Ciputat juga menjadi salah satu sentra penjualan pakaian yang cukup besar di Kota Tangsel. Di saat hari-hari menjelang Lebaran seperti ini, area yang berlokasi di pinggir jalan penghubung Jakarta-Bogor tersebut ramai dikunjungi pembeli.

Beberapa hari ini, setidaknya ada baberapa lokasi yang terlihat dipadati pengunjung, seperti di Plaza Ciputat, toko busana yang cukup besar seperti Ananda, Ria Busana dan Ramayana.

Di Plaza Ciputat, lantai satu dan dua yang banyak diisi pedagang pakaian paling padat di antara lantai lainnya. Banyak pedagang pakaian memajang baju koko dan mukena. (ran/bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here