Home BANTEN Menuju Merak Belum Disekat

Menuju Merak Belum Disekat

0
SHARE
Bus, mobil pribadi dan mobil angkutan barang memadati pelabuhan Merak, Selasa (4/5). Sejak sepekan terakhir terjadi lonjakan penumpang kapal yang menyeberang ke pelabuhan Bakauheni, Lampu melalui pelabuhan Merak. FOTO: Gillang/Banten Raya

CILEGON-–Mudik awal sebelum penyekatan. Pemudik yang menuju Sumatera memanfaatkan waktu sebelum ada larangan mudik. Hingga Selasa (4/5), belum dilakukan penyekatan. Sehingga pemudik masih bebas menyeberang dari pelabuhan Merak menuju pelabuhan Bakauheni, Lampung. Arus mudik dari Jawa ke Sumatera melonjak.

Peningkatan terlihat sejak akhir pekan lalu. Kemarin, lalu lintas menuju Pelabuhan Merak terlihat ramai lancar. Pemudik yang menumbang bus umum dan mobil pribadi mulai terlihat memadati pelabuhan. Pemudik yang mengendarai sepeda motor dan mobil pribadi tampak membawa barang bawaan layaknya pemudik.

Meski terlihat adanya peningkatan, namun kondisi Pelabuhan Merak terlihat masih normal. Tidak ada kepadatan yang berarti hingga ke luar area Pelabuhan Merak.

General Manajer PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Merak, Hasan Lessy mengatakan, peningkatan kendaraan sudah mulai terlihat sejak beberapa hari lalu. Namun, kondisi penyeberangan masih batas normal. “Pelayanan masih seperti biasa. Tidak ada kepadatan sampai ke luar area pelabuhan,” terangnya.

Menurut Hasan, di hari normal kendaraan yang menyeberang sekitar 5.000 sampai 6.000 kendaraan per hari. Pada akhir pekan lalu, mencapai 9.000 kendaraan per hari. “Akhir pekan lalu dalam sehari tembus 38.000 orang, baik penumpang pejalan kaki maupun dalam kendaraan, itu ada peningkatan signifikan,” ungkapnya.

Kata Hasan, dalam pengawasan arus mudik di era pandemi Covid-19, pihaknya juga bekerjasama dengan berbagai instansi. Seperti halnya Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Banten untuk tes Genose Covid-19 di Pelabuhan Merak. “Untuk pengaturan lalu lintas dan keamanan kita bekerjasama dengan TNI, Polri, dan Pemkot Cilegon,” terangnya.

Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono mengatakan, melakukan pengecekan pendirian pos penyekatan dan pos pengamanan di sejumlah titik yang ada di Kota Cilegon. “Jadi, yang kami lakukan adalah tanggal 6 nanti mudik ditiadakan. Artinya tidak boleh sama sekali, sehingga harus disekat,” kata Sigit, Selasa (4/5).

Sigit menerangkan, ada empat pos penyekatan larangan mudik. Lokasi penyekatan itu ada di gerbang tol Merak, Terminal Terpadu Merak  (TTM) dan akses masuk ke dermaga Pelabuhan Merak dan di sekitar Kota Cilegon. “Saya dirikan banyak pos kenapa di situ. Dikarenakan inilah benteng terakhir sebelum memasuki Merak. Di situ akan ada banyak personel,” terangnya.

Kata Sigit, pihaknya sudah berkoordinasi dengan berbagai instansi. Diantaranya, Pemkot Cilegon. Bantun dari pemerintah pusat, Korlantas membantu untuk swab antigen dan membantu personel “Nanti ada di depan KSKP Merak, satu pos lagi untuk penyekatan. Kalau masih tembus dari sana, kita putar balikkan di situ,” tegasnya.(brp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here