Home ADVERTORIAL Nilai Kepuasan Publik Serpong Utara Naik

Nilai Kepuasan Publik Serpong Utara Naik

0
SHARE
Nilai Kepuasan Publik Serpong Utara Naik
Walikota Tangsel Benyamin Davnie (kiri) menyerahkan piagam hasil Survei Penilaian Kepuasan Masyarakat kepada Sekretaris Kecamatan Serpong Utara Bunga Pranatalia Puteri di Balai Kota.

CIPUTAT-Pelayanan publik di Kecamatan Serpong Utara (Serut) patut diacungi jempol. Lantaran, hasil survei kepuasan masyarakat yang dilakukan Pemkot Tangsel terhadap 18 organisai perangkat daerah (OPD), Kecamatan Serpong Utara mengalami kenaikan. Artinya, pelayanan publik di kecamatan ini bisa dikatakan terus membaik.

Diketahui, pengumuman hasil sruvei ini telah dilakukan pada 2 Maret lalu, di Aula Blandongan Balai Kota Tangsel.

Asda 1 Kota Tangsel, Rahmat Salam mengatakan, pengumuman indeks kepuasan masyarakat dilakukan sesuai dengan Peraturan Menpan RB Nomor 14 Tahun 2017.

“Ada 9 usur atau indikator penilaiannya, yakni persyaratan, sistem, mekanisme dan prosedur, waktu penyelesaian, biaya atau tarif, produk atau jenis layanan, kompetensi petugas pelayanan. Juga perilaku petugas pelayanan, penanganan pengaduan, saran, prasarana dan sarana,” ujarnya.

Dalam pengumuman ini, diketahui bahwa ada beberapa OPD yang nilainya naik. Namun, tak sedikit juga yang turun. Tren penilaian yang naik itu salah satunya diperoleh Kecamatan Serpong Utara. Menanggapi nilai positif ini, Sekretrais Kecamatan Serpong Utara Bunga Pranatalia Puteri mengatakan bangga dan berterima kasih kepada jajarannya yang telah memberikan pelayanan yang baik kepada warga.

Ia mengaku bersyukur dengan nilai tersebut. Sebab, kata dia, pada penilaian tahun lalu Kecamatan Serpong Utara hanya mendapat nilai 80. Sementara untuk hasil penilaian yang diumumkan tahun ini nialinya memperoleh 85,58. “Alhamdullillah angka kepuasan terhadap pelayanan masyarakat di Kecamatan Serpong Utara meningkat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Organisasi dan Kinerja Aparatur pada Setda Kota Tangsel Nofyar Rani memastikan jika survei dilaksanakan setiap tahun dengan menunjuk lembaga konsultan independen. “Kepuasan masyarakat itu tidak ada ujungnya. Kurang senyum, lapor merasa nggak puas,” tambahnya.

Masih menurutnya, dalam survei tersebut masyarakat yang menjadi responden ada sekitar 668. Metodenya dua tahapan kuesioner dan wawancara. Survei tahun ini pihaknya menggunakan google form yang dikombinasikan dengan kunjungan langsung dan wawancara dengan konsumen atau penerima layanan.

Sedangkan saat survei 2019 silam ada 477 warga yang menjadi responden. “Gunanya survei kan evaluasi kinerja terus perbaikan pelayanan. Kalau nggak ada evaluasi kita nggak ada perbaikan,” tutur. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here