Home TANGERANG HUB Melawan Petugas, Tindak Tegas

Melawan Petugas, Tindak Tegas

0
SHARE
Petugas Polres Tangerang Kota memeriksa kendaraan yang melintas di Jayanti, perbatasan Kabupaten Tangerang dengan Kabupaten Tangerang, Kamis (6/5) malam. Puluhan kendaraan pemudik yang hendak menuju Serang diputar balik.

BALARJA-Penyekatan mudik di jalan tol dilakukan mual tol Bitung, Cikupa hingga Merk. Sejak Kamis (6/5) pukul 00.00 WIB, personel Polda Banten sudah berjaga mulai gerbang keluar pintu tol Merak. Kendaraan roda empat atau lebih, yang keluar dari gerbang tol Merak menuju Pelabuhan Merak diperiksa.

Beberapa kendaraan yang teridentifikasi tidak sesuai ketentuan langsung diminta balik kanan ke wilayah asal. Mayoritas dari kendaraan tersebut diketahui akan berangkat mudik ke Sumatera. Ada pula yang mengaku perjalanan dinas tapi tidak membawa antigen, surat tugas, hingga tak punya surat izin keluar masuk (SIKM). Larangan itu tidak hanya berlaku pada pengendara roda empat.

Pemudik dengan menggunakan kendaraan roda dua juga dicek satu persatu. Di titik penyekatan pospam Gerem, Cilegon misalnya. Kendaraan roda dua diberhentikan dan ditanya akan menuju ke mana. Bagi yang terdeteksi mudik, langsung diminta putar balik.
Moda transportasi umum pun mendapat perlakuan yang sama. Bus AKAP rute Bekasi-Merak terpaksa menurunkan penumpangnya lantaran dianggap melanggar aturan larangan mudik.

Mereka beroperasi di tanggal 6 Mei 2021, tepat awal pemberlakuan pelarangan mudik 2021. Bebas jalan hanya berlaku bagi kendaraan logistik, medis, dan pribadi yang memiliki SIKM. Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto pun mewanti-wanti masyarakat agar tidak nekat mudik. Hal ini sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di daerah. Namun, bagi yang tetap nekat bahkan melawan petugas ketika diminta putar balik, Rudy mengaku tak akan segan-segan untuk menindak tegas. Pemudik bisa dipidanakan.

“Ada pasal pidana bisa diterapkan kalau bersangkutan melawan petugas. Ada ancaman pidananya,” ujarnya. Upaya pelarangan mudik ini juga tampak di gerbang tol Cikupa, Tangerang. Hingga Kamis sore, setidaknya 626 kendaraan diminta putar balik karena tak memiliki SIKM.

Akibat proses penyekatan ini, sempat terjadi antrian kendaraan yang akan keluar Cikupa. Kemacetan diperkirakan mengular hingga 8 Km sebelum gerbang tol keluar.

Polresta Tangerang menyiagakan 8 pos penyekatan pemudik dari Jabodetabek menuju Banten dan Sumatera. Hingga Kamis (6/5) malam, 44 mobil yang hendak mudik ke Serang dan Sumatera terjaring operasi dan harus putar balik. Puluhan kendaraan yang harus putar balik itu hasil operasi penyekatan di 8 pos yang disiagakan 24 jam tersebar di jalur pintu masuk gerbang tol Kedaton, gerbang tol Balaraja Barat dan gerbang tol Balaraja Timur.

Kapolresta Tangerang Kombespol Wahyu Sri Bintoro mengatakan wilayah Jabodetabek merupakan wilayah aglomerasi. Sehingga seluruh masyarakat yang akan melintas di perbatasan menuju Serang, akan diintensifkan pemeriksaannya.

“Agar tidak ada masyarakat mudik atau melintas yang lolos dari pemeriksaan. Untuk penyekatan di jalan tol Merak-Jakarta langsung dari Ditlantas Polda Metro tepatnya dari arah Jakarta menuju Serang. Kami di jalur arteri, utama dan perbatasan serta jalur menuju pintu masuk dan keluar tol,” pungkasnya.

Kapolres menegaskan, di jalur perbatasan Tangerang dengan Lebak di Kecamatan Solear, jalur perbatasan Serang di pos Jayanti, perbatasan Kresek dan Kronjo dengan Serang, termasuk pos di Citra Raya dilakukan pemeriksaan ketat. Wahyu mengatakan, puluhan kendaraan yang diketahui hendak menuju Sumatera diminta untuk putar balik. Termasuk kendaraan roda dua dan empat.

“Hingga malam ini (kemarin) jumlah total ada 44 roda empat yang kita putar balik. Juga ada empat sepeda motor yang kita putar balik. Delapan pos ini tetap melaksanakan penyekatan selama 24 jam. Kita imbau warga untuk tidak mudik sesuai dengan aturan pemerintah,” paparnya.

Ia menuturkan, adanya kemacetan lalu lintas akibat pos penyekatan dikarenakan adanya penyempitan jalur. Hal tersebut dimaksudkan guna mengedepankan keselamatan petugas di lapangan.

“Kita terus melakukan kegiatan penyekatan memang kondisinya ada penyempitan jalur. Karena kita mengedepankan faktor keselamatan anggota, kita mengurangi laju kecepatan kendaraan roda enam, empat maupun dua. Sehingga ada penyempitan dan menyebabkan kemacetan lalu lintas,” paparnya.

Wahyu kemarin, mengecek pos penyekatan mudik di perbatasan Kabupaten Tangerang dengan Kabupaten Serang. Tepatnya di jalan utama Serang-Jakarta di Kecamatan Jayanti.

Pengecekan itu sebagai bentuk pemantauan langsung diberlakukannya masa peniadaan mudik yakni mulai 6 hingga 17 Mei.

“Malam hari ini (kemarin) kami mengecek Posko Penyekatan Presisi di Jayanti perbatasan Kabupaten Tangerang dengan Kabupaten Serang,” kata Wahyu kepada awak media.

Terkait hal itu, lanjut Wahyu, semua kendaraan baik kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi jenis roda dua atau roda empat akan diperiksa. Kata Wahyu, apabila ditemukan indikasi kendaraan pemudik maka kendaraan akan diminta putar balik.

“Kami sudah dapatkan 3 kendaraan roda dua dan 10 kendaraan roda empat yang akan mudik dan kami minta putar balik,” terang Wahyu.

Wahyu menjelaskan, ada aturan pengecualian dari larangan mudik yakni untuk Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) dengan beberapa ketentuan. Yaitu, orang yang memiliki keperluan bekerja atau dinas, kepentingan mengunjungi keluarga yang sakit, kunjungan duka, dan ibu hamil atau kepentingan persalinan.

“Di samping itu, ada ketentuan dokumen kesehatan PPDN yaitu seluruh masyarakat yang melintas wajib memiliki hasil negatif test RT-PCR maksimal 3×24 jam dan hasil test negatif rapid antigen maksimal 2×24 jam,” paparnya.(sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here