Home TANGERANG HUB 10 Orang Sembunyi di Truk Pengangkut Sepeda Motor

10 Orang Sembunyi di Truk Pengangkut Sepeda Motor

0
SHARE
10 Orang Sembunyi di Truk Pengangkut Sepeda Motor Dua Hari, 301 Kendaraan Harus Putar Balik
Kapolresta Tangerang Kombespol Wahyu Sri Bintoro (kanan) memberikan edukasi kepada pekerja yang kedapatan bersembunyi di sela-sela truk pengangkut motor baru di GT Cikupa, Jumat (7/5).

TIGARAKSA-Demi bisa pulang kampung banyak cara dilakukan pemudik untuk mengelabuhi polisi. Sebanyak 10 warga yang hendak ke Serang, menumpang truk pengangkut sepeda motor baru. Mereka bersembunyi di sela-sela sepeda motor. Naas, mereka terdeteksi polisi yang melakukan penyekatan di Gerbang Tol (GT) Cikupa, Sabtu (8/5) dini hari.

Saat itu, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro sedang memantau pelaksanaan penyekatan bersama pejabat Korlantas Polri dan Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Rudy Purnomo. Waktu itu melintas truk yang mengangkut sepeda motor berhenti tepat di GT Cikupa, dengan tujuan ke Serang. Polisi curiga ada orang yang menumpang dengan bersembunyi di sela-sela sepeda motor. Truk itu dihentikan dan diperiksa. Ternyata, ditemukan 10 orang.

Wahyu mengatakan, diketahuinya truk itu mengangkut 10 orang penumpang setelah petugas melakukan pemeriksaan kendaraan. “Semua kendaraan memang tidak luput dari pemeriksaan. Kendaraan truk ini juga sama, saat diperiksa ditemukan 10 orang penumpang di sela-sela sepeda motor yang diangkut,” paparnya.

Petugas kemudian meminta 10 orang penumpang itu untuk turun. Kemudian, memeriksa surat-surat kendaraan serta memeriksa identitas sopir dan 10 penumpang.

“Sopir truk diberi tindakan sanksi penilangan dengan Pasal 303 juncto Pasal 137 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan,” terang Wahyu.

Ia melanjutkan, 10 orang penumpang pelanggar aturan larangan mudik kemudian dilakukan pendataan. Selain itu, sopir dan 10 orang penumpang juga kemudian menjalani swab antigen dengan hasil semua negatif atau non-reaktif.

Dikatakan Wahyu, petugas kemudian memberikan masker kepada sopir dan 10 orang penumpang seraya memberikan edukasi dan imbauan agar disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

Setelah itu, lanjut Wahyu, 10 orang itu boleh melanjutkan perjalanan ke arah Serang.

“Setelah sopir dan 10 penumpang dipastikan negatif, maka 10 orang penumpang diperbolehkan pulang menggunakan moda transportasi yang dicarikan oleh petugas,” tandas Wahyu.

Hal tersebut, sesuai arahan Kakorlantas Polri, agar melayani masyarakat yang telah di swab antigen secara humanis dan dipastikan yang bersangkutan sampai Serang dan kondisi sehat dan selamat.

Polresta Tangerang pada tiga hari pelaksanaan pelarangan mudik, Kamis (6/5) hingga Sabtu (8/5) sudah memutar balikkan ratusan kendaraan.

Wahyu mengatakan, total kendaraan yang sudah diputarbalik 301 kendaraan. Yakni, kendaraan roda dua sebanyak 88 unit, mobil pribadi 191 unit, bus 6 unit, travel 12 unit, dan lainnya sebanyak 4 unit.

Rincinya, untuk penyekatan pada Sabtu (9/5), jumlah kendaraan yang diputar balik sebanyak 21 sepeda motor, 69 mobil pribadi, 6 bus, dan 9 unit travel.

“Jumlah itu akumulasi masing-masing Pospam.Yakni Pospam Penyekatan Cisoka-Maja sebanyak 10 sepeda motor dan 5 mobil pribadi. Pospam Penyekatan Kedaton yaitu 15 mobil pribadi, 4 unit bus, dan 3 travel. Pospam Penyekatan Pertigaan Jenggot yaitu satu sepeda motor dan mobil pribadi. Pospam Penyekatan Jayanti yaitu 7 sepeda motor dan 10 mobil pribadi,” katanya kepada awak media, Minggu (9/5).

Lanjut Wahyu, pospam Penyekatan Balaraja Barat telah memutar balik kendaraan sebanyak 22 mobil pribadi, 2 bus, dan 6 travel. Sedangkan, pospam Penyekatan Balaraja Timur 14 unit mobil pribadi. Serta, pospam Penyekatan Renged Kresek yaitu 3 sepeda motor dan 2 mobil pribadi.

“Kegiatan penyekatan dilaksanakan secara kontinyu 24 jam oleh anggota secara bergantian, guna memastikan aturan peniadaan mudik berjalan optimal,” terang Wahyu.

Ia kembali mengimbau masyarakat untuk tidak melaksanakan perjalanan mudik. Apabila tetap memaksakan mudik, ujar Wahyu, maka petugas akan memberhentikan kendaraan dan akan diminta putar balik.

“Mohon dapat dipahami. Jangan mudik karena petugas kami siaga melaksanakan kegiatan penjagaan atau penyekatan,” pungkasnya.(sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here