Home TANGERANG HUB Cara Polisi Deteksi Pemudik, Dari Nomor Polisi dan Barang Bawaan

Cara Polisi Deteksi Pemudik, Dari Nomor Polisi dan Barang Bawaan

0
SHARE
Cara Polisi Deteksi Pemudik Dari Nomor Polisi dan Barang Bawaan
Tak semua kendaraan diperiksa polisi saat melewati pos penyekatan. Polisi hanya memeriksa kendaraan yang dicurigai sebagai pemudik.

SERPONG-Banyak pos penyekatan dibuat untuk mencegat pemudik. Tapi, tidak semua kendaraan diperiksa. Polisi yang bertugas hanya fokus melihat nomor polisi (nopol) dan barang bawaan kendaraan, untuk mendeteksi pemudik. Seperti yang dilakukan Polres Tangsel yang bertugas di Puspiptek dan Bitung, Cikupa. Tugas mereka mencegah warga yang mudik ke Bogor, Serang dan Sumatera.

Kasat Lantas Polres Tangsel AKP Bayu Marfiando mengatakan, untuk mengecek pengendara mobil yang melintas diminta membuka kaca agar jumlah penumpang terlihat. “Kita lihat dulu penumpangnya banyak atau tidak,” ujar Bayu. Jika di dalam mobil terlihat banyak penumpang, petugas akan menyetop dan memeriksanya. Karena berpotensi akan mudik. “Kita cek surat izin keluar masuk (SIKM)nya. Kita tanya mau ke mana dari mana. Ada juga yang tidak mengaku, tapi kan bisa dilihat juga secara kasat mata dia membawa barang banyak, seperti orang mudik lah. Itu yang biasanya kita dalami,” tambahnya.

Namun, mobil dengan penumpang sedikit tidak akan dicurigai, terlebih jika barang bawaannya sedikit. Tapi kalau hanya mengangkut satu dua orang tidak akan dihentikan. Petugas juga memperhatikan nomor polisi kendaraan.

“Pelat nomor juga salah satu faktor yang kita berhentikan. Misalnya pelatnya dari luar daerah,” jelasnya. Saat penyekatan di perbatasan Bogor dengan Kota Tangsel, kendaraan dengan nopol Tangsel dan Jakarta akan langsung diberhentikan. Dicurigai sebagai pemudik.

Pemkot Tangsel mendirikan sejumlah posko penyekatan untuk mencegah mudik. Posko tersebut dijaga oleh Polisi, TNI, Satpol PP dan Dishub Kota Tangsel. Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan Kota Tangsel Ika mengatakan, untuk keseluruhan terdapat tujuh posko penyekatan.

Tujuh titik lokasi pos penyekatan tersebut meliputi, lima titik lokasi penyekatan lokal dan dua titik lokasi penyekatan nasional. Penyekatan secara nasional ada di Puspiptek dan di Bitung,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Jumat (7/5).

Ika menambahkan, untuk penyekatan skala lokal terdapat lima titik terutama di perbatasan Kota Tangsel, yakni Gading Serpong, perempatan Muncul, perempatan Viktor, di Po Bus Kramat Jati yang ada di Jalan RE. Martadinata, dan Bintaro.

Selain itu, pendirian posko penyekatan tersebut merupakan perbatasan wilayah Kota Tangsel dengan wilayah lainnya seperti DKI Jakarta, Kabupaten Bogor, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang.

“Beberapa posko juga disiapkan dalam rangka operasi Ketupat Jaya 2021 seperti di Pamulang Square dan perempatan Muncul, di Flyover Ciputat dan lainnya,” jelasnya.
Sementara itu, sejak 6 Mei lalu Polres Tangsel telah menggelar operasi penyekatan di Pos Pam Bitung di Jalan Raya Serang, Curug, Kabupaten Tangerang. Penyekatan dilakukan untuk menutup akses pemudik dari berbagai wilayah menuju kawasan Serang dan sekitarnya termasuk Pelabuhan Merak yang merupakan akses menuju Sumatera.

Sasaran utama adalah pemudik yang menggunakan mobil pribadi. Namun, tidak semua mobil pribadi yang melintas diperiksa untuk selanjutnya ditanyakan tujuannya karena, akan menghambat arus lalu lintas.  Caranya adalah dengan memasang rambu pemberitahuan bahwa sedang dilakukan operasi penyekatan pemudik. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here