Home TANGERANG HUB Jangan Ada Lagi Ingub Dadakan, Menimbulkan Banyak Protes Pedagang di Lokasi Wisata

Jangan Ada Lagi Ingub Dadakan, Menimbulkan Banyak Protes Pedagang di Lokasi Wisata

0
SHARE

TANGERANG–Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar berharap tidak ada lagi kebijakan dadakan. Salah satunya kebijakan penutupan tempat wisata di Banten. Ia mengatakan surat Instruksi Gubernur (Ingub) Banten terkait penutupan wisata di Provinsi Banten memang dadakan. Walaupun mendadak tapi merupakan salah satu langkah yang harus diambil demi meminimalisir penyebaran covid-19 di Banten. Hal itu ia sampaikan saat rapat secara virtual dengan Gubernur Banten, Rabu (19/5).

Rapat virtual ini juga diikuti seluruh kepala daerah di Banten. Ia mengatakan penutupan tempat wisata memang kebijakan tidak populer dan dadakan. Ini banyak ditentang. Juga berdampak pada warga sekitar lokasi wisata yang menggantungkan hidupnya dari sektor pariwisata.

“Tapi alhamdulillah secara umum, komunikasi dapat berjalan dengan baik. Insya Allah Pemkab Tangerang akan memberikan bantuan kepada para pedagang yang terkena dampak penutupan tempat wisata di Kabupaten Tangerang,” ungkapnya.

Menurutnya keputusan mengenai penutupan tempat wisata diperpanjang atau tidak, diserahkan kepada Gubernur Banten. Dengan berbagai pertimbangan terutama soal kesehatan, semua harus dipikirkan dengan baik. “Kedepan untuk mengantisipasi hal-hal agar tidak terjadi lagi keputusan-keputusan yang dadakan untuk hal-hal yang strategis, mungkin ada baiknya kita mempersiapkan opsi-opsi ataupun langkah-langkah mitigasi dengan perhitungan yang matang,” lanjutnya seperti dilansir website resmi Pemkab Tangerang.

Dalam kesempatan tersebut Zaki secara langsung meminta kepada Dinas Kesehatan Provinsi Banten untuk mengirimkan alat tes antigen ataupun PCR, dan vaksin, karena Kabupaten Tangerang sudah siap menyuntikkan 15 ribu vaksin per hari. “Jadi kalau ada distribusi vaksin dari kementerian ataupun pusat, Kabupaten Tangerang juga mohon dipertimbangkan dan diprioritaskan untuk mendapatkan vaksin dengan jumlah yang sangat banyak. Karena jumlah populasi di Kabupaten Tangerang adalah yang paling tinggi di Provinsi Banten,” pintanya.

Sementara itu Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mengakui keputusan yang ia ambil berupa larangan atau penutupan tempat wisata itu adalah kebijakan yang sangat tidak populer. Akan tetapi keputusan tersebut terpaksa diambil demi kepentingan masyarakat luas, agar tidak terjadi penularan Covid-19 di tempat wisata. “Kita memahami adanya protes dan ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan yang kita ambil. Itu adalah wajar karena dari sekian banyak yang taat, ada saja yang tidak taat. Tapi kita mengutamakan kemaslahatan dan keselamatan meskipun pahit dirasakan. Tetapi itu semua demi kebaikan,” kata Gubernur.

Gubernur WH mengapresiasi atas kerja kerja para bupati/walikota dan jajarannya serta TNI Polri. Ia juga memberi apresias kepada jajaran yang berada di garda terdepan yang melakukan penyekatan mudik Lebaran. Menurutnya, mereka tetap bekerja dalam kondisi panas dan tidak lapuk karena hujan. Selalu melayani masyarakat baik dari TNI, Polri, Satpol PP dan lain sebagainya yang memang di tengah suasana Idul Fitri tidak pulang kampung. Tetapi justru di lapangan termasuk dokter dan tenaga kesehatan yang telah mengorbankan waktunya sepanjang waktu untuk melayani masyarakat. “Masalah Covid-19 ini bukan hanya masalah Presiden tetapi masalah kita semua. Pendekatannya memang semua berhubungan dengan masyarakat dan kepentingan negara di atas kepentingan lainnya, kepentingan negara tidak boleh terkalahkan oleh kepentingan segelintir orang,” tegasnya. (hms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here