Home NASIONAL Untuk Penerimaan Siswa Baru SMP dan SMA, Kuota Zonasi Minimal 50 Persen

Untuk Penerimaan Siswa Baru SMP dan SMA, Kuota Zonasi Minimal 50 Persen

0
SHARE
Pendaftaran siswa baru SD, SMP dan SMA akan mulai digelar Juni menggunakan siswat zonasi. Pendaftaran dilakukan secara online melalui website di daerah masing-masing.

JAKARTA-Penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2021–2022 segera digelar. Masih menggunakan sistem zonasi. Memprioritaskan menerima siswa yang jaraknya dekat dengan sekolah. Pemerintah mengingatkan, kuota zonasi harus terpenuhi minimal sesuai dengan persentase yang ditetapkan.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen Pauddikdasmen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Jumeri mengatakan, penerimaan siswa baru masih menggunakan prinsip zonasi dan afirmasi.

Untuk zonasi, tiap jenjang memiliki kuota minimal masing-masing. Untuk sekolah dasar (SD), misalnya, kuota zonasinya minimal 70 persen. Adapun SMP dan SMA, zonasi minimal 50 persen. ”Ini minimal, bukan maksimal ya,” tegasnya. Sementara itu, jalur afirmasi dikhususkan bagi calon siswa kurang mampu dan difabel. Kuotanya minimal 15 persen. Dengan demikian, kuota yang diperuntukkan zona terdekat dan siswa difabel serta tidak mampu sekurang-kurangnya 65 persen.

Dia menyatakan, tahun ini merupakan kali kedua PPDB dilaksanakan dalam suasana pandemi. Karena itu, PPDB 2021 diharapkan tetap menggunakan mekanisme daring, tanpa tatap muka. Kendati begitu, daerah dan sekolah yang belum bisa daring dipersilakan menyelenggarakan PPDB secara luring. Namun, wajib dilakukan pembatasan jumlah calon siswa yang datang ke sekolah. ”Calon siswa dipanggil secara bergelombang supaya tidak berkerumun di sekolah,” terangnya.

Selain itu, sekolah harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Mulai cek suhu tubuh, penggunaan masker, hingga jaga jarak. Kemudian, memastikan yang sakit tidak datang ke sekolah. Baik guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, maupun peserta didik.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel telah menyusun jadwal PPDB penerimaan siswa tingkat TK, SD, dan SMP. Pendaftaran dimulai pertengahan Juni mendatang. Ada empat jalur PPDB, yakni zonasi, afirmasi, perpindahan tugas orang tua atau wali murid dan prestasi. Pelaksanaan PPDB untuk TK, sosialisasi dimulai 20 Mei sampai 6 Juni dan dilaksanakan secara daring. Pendaftaran PPDB dimulai 8-16 Juni, pengumuman pada 18 Juni. Daftar ulang pada 21-24 Juni, dan daftar ulang dilakukan di sekolah tempat mendaftar. Serta tahun ajaran baru dimulai 12 Juli.

PPDB untuk SD dimulai sosialisasi pada 20 Mei-5 Juni dan dilakukan secara online. Pendaftaran 7-19 Juni. Pengumuman pada 23 Juni di sekolah tempat mendaftar menggunakan WhatsApp Group.

Daftar ulang 24-26 Juni dan dilakukan di sekolah tempat mendaftar. Tahun pelajaran baru dimulai 12 Juli. Terkahir PPDB untuk tingkat SMP sosialisasi dilaksanakan 20 Mei-12 Juni serta diselenggarakan secara online. Uji coba aplikasi dilakukan pada 2-10 Juni.

Pendaftaran tahap pertama untuk jalur zonasi, afirmasi, prestasi hasil perlombaan, dan perpindahan tugas orang tua atau wali dilaksanakan 14-17 Juni. Dilakukan secara daring melalui website PPDB. Pendaftaran hari terakhir sampai pukul 23.59 WIB.

Pengiriman berkas PPDB masing-masing jalur, kecuali jalur zonasi pada 14-17 Juni. Pengiriman berkas ke sekolah tujuan secara langsung. Verifikasi berkas afirmasi, prestasi hasil perlombaan, dan perpindahan tugas orang tua atau wali, dan anak guru dilaksanakan 15-18 dan 21 Juni. Verifikasi berkas prestasi hasil perlombaan pada 15-18 Juni dan 21 Juni. Pra registrasi dilaksnaakan 14-17 Juni.

Untuk calon peserta didik beralamat Kota Tangsel yang bersekolah SD atay MI di luar Kota Tangsel, mengirimkan dokumen persyaratan PPDB ke panitia PPDB sekolah tujuan. Jalur afirmasi, prestasi hasil perlombaan, perpindahan tugas orang tua atau wali, dan anak guru. Termasuk pendaftar jalur prestasi akademik yang beralamat di luar Kota Tangsel.

Penentuan klik jarak pada pendaftar jalur zonasi pada 14-17 Juni. Pengumuman hasil seleksi PPDB jalur seleksi zonasi, afirmasi, prestasi hasil perlombaan, dan perpindahan tugas orang tua atau wali pada 22 Juni.

Pendaftaran tahap kedua untuk PPDB jalur seleksi prestasi akademik nilai rapor dilakukan 28-30 Juni. Pengumuman hasil seleksi prestasi akademik nilai rapor pada 5 Juli. Daftar ulang PPDB seluruh jalur 6-8 Juli.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel Taryono mengatakan, PPDB tahun 2021 akan dimulai Juni mendatang. “Juni sudah mulai dilaksanakan,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Jumat (21/5).

Taryono menambahkan, untuk teknis pelaksanaan PPDB tidak banyak yang berubah dengan PPDB tahun-tahun sebelumnya. “Secara garis besar pelaksanaan PPDB tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun yang lalu, sistemnya online, berbeda sedikit jalurnya,” tambahnya.

Masih menurutnya, ada empat jalur PPDB tahun ini, yakni zonasi, afirmasi (siswa dan keluarga pemegang KIP yang tingkat ekonominya rendah), perpindahan orang tua atau wali dan prestasi.

“Jadi jalurnya, kalau untuk SMP jalur zonasi 50 persen kemudian afirmasi 15 persen, perpindahan orang tua atau wali 5 persen, kemudian sisanya 30 persen yaitu prestasi,” jelasnya.

Mantan Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Tangsel ini mengungkapkan, terkait kesiapan Dindik jelang PPDB pada akhir Juni ia mentatakan pihaknya siap melaksanakan PPDB tersebut. “Kami sudah sangat siap, kami terus update komunikasi, terkait kesiapan sistem PPDB-nya,” tuturnya. (jpg/bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here