Home NASIONAL Lulus SMK Bergelar D2

Lulus SMK Bergelar D2

233
0
SHARE

JAKARTA-Pendidikan vokasi kini mendapat porsi besar. Banyak terobosan baru guna mereformasi vokasi di Indonesia. Salah satunya, fast track (jalur cepat) untuk siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk bergelar diploma. Kebijakan ini diluncurkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) dalam Merdeka Belajar episode 11. Melalui kebijakan ini, siswa SMK dapat langsung masuk dalam perkuliahan jenjang D2.

Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Wikan Sakarinto menjelaskan, dalam program fast track ini, siswa SMK bisa langsung mendapatkan kuliah terapan selama satu semester. Kemudian, dilanjutkan magang di industri selama satu semester. Artinya, mereka bakal ketambahan sekitar satu tahun lagi masa belajar nantinya. Meski begitu, kata dia, para lulusan SMK-D2 tak perlu lagi mengikuti pelatihan atau training di industri ketika masa awal bekerja nantinya. ”Jadi mengurangi waktu untuk pelatihan. Karena programnya dibuat bersama dengan industri,” ujarnya kemarin (27/5).

Kebijakan ini tentu akan sangat menguntungkan industri. Mereka bisa langsung mendapatkan kompetensi tenaga kerja yang diinginkan. Selain itu, lanjut dia, industri tak perlu menunggu lagi siswa mengambil kuliah lanjutan. Karena, sudah mumpuni sejak awal.

Dia mencontohkan, untuk kebutuhan teknisi pengelas. Bila harus menunggu siswa menyelesaikan kuliah D-3 tentu akan cukup lama. Sekitar tiga tahun. Padahal, cukup tambah satu semester di SMK-D2 maka kebutuhan itu bisa terpenuhi. Oleh sebab itu, Wikan mendorong industri untuk tak ragu bekerja sama dengan pihak SMK dalam program Merdeka Belajar Pendidikan Vokasi ini.

Nantinya, industri pun bisa langsung terlibat dalam pembuatan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka di lapangan. Dengan begitu, mix and match pendidikan dan industri juga bisa terjalin dengan baik. ”Dengan kampus vokasi akan mengurangi pengangguran, khususnya lulusan SMK,” ungkapnya.

Sebagai informasi, terdapat dua kategori dalam kebijakan Kampus Merdeka Vokasi. Pertama, dana kompetitif kampus vokasi yang terdiri dari program SMK-D2 fast track dan program peningkatan prodi D-3 menjadi sarjana terapan. Pemerintah menyiapkan dana Sekitar Rp 90 miliar untuk program ini. Kedua, dana pengadaan kampus vokasi yang terdiri dari tiga program. Yaitu, pengembangan pusat unggulan teknologi, hilirisasi produk riset terapan, dan startup kampus vokasi yang dibanun bersama dunia kerja. Untuk program ini, dana yang disiapkan sebesar Rp 180 miliar. (mia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here